Fakta Terbaru Kasus Ricky Ashary Buang Selingkuhan ke Kolam Buaya, Ternyata Residivis Narkoba

Ricky Ashary
Ricky Ashary

POJOKSATU.id, BERAU – Ricky Ashary, tersangka kasus pembunuhan Fransisca Wahyu Retno Panuntun (25), telah tiba di Mapolres Berau, kemarin. Ia langsung diperiksa secara intensif.

Dari hasil pemeriksaan diketahui Ricky Ashary merupakan residivis kasus narkoba. Ia dipenjara pada 2010 karena kasus narkoba jenis sabu.

“Pelaku sempat dipenjara pada tahun 2010 atas kasus pemakaian narkotika jenis sabu,” jelas Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly, Rabu (28/10/2020).

Ricky sempat mengalami overdosis (OD) lantaran efek narkoba dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

“Informasinya saat ditangkap pelaku sempat overdosis dan sempat dilarikan ke rumah sakit,” ucap AKP Rido.

BACA: Ricky Ashary Buang Mayat Selingkuhan ke Kolam Buaya karena Takut Istri

Kini, Ricky terancam menuai di penjara. Bahkan, dia terancam hukuman mati karena menghabisi selingkuhannya, Fransisca secara keji. Ia dijerat pasal perencanaan pembunuhan.

Ricky menghabisi Fransisca setelah memadu kasih di dalam mobil. Ia membunuh pekerja lepas di salah satu kafe di Berau itu dengan cara menjerat leher korban dengan tali.

Setelah tewas, Ricky membuang jasad korban ke kolam buaya untuk menghilangkan jejak. Ia berharap agar jasad Fransisca dimakan buaya. Namun mayat perempuan muda itu tersangkut di ranting dan ditemukan oleh warga setempat.

Fransisca, wanita yang dihabisi selingkuhannya, Ricky Ashary.

Mayat Fransisca ditemukan dengan tangan terikat dan mulut terlakban di dekat kandang buaya, Rabu (21/10), sekitar pukul 16.00 Wita. Kandang buaya itu ialah sungai yang merupakan tempat habitat buaya.

Ricky akhirnya ditangkap polisi di kontrakan keluarganya. Ia mengaku membunuh Fransisca karena diancam.

Kepada polisi, Ricky mengatakan bahwa selingkuhannya, Fransisca mengaku hamil. Fransisca mengancam akan melaporkan Ricky kepada istrinya.

“Katanya sih diancam, mau dilaporkan ke keluarga pelaku bahwa si korban ini dihamili, tapi untuk mengetahui korban ini hamil, kita masih perlu lakukan pemeriksaan,” kata AKP Rido.

(one/pojoksatu)

Loading...