Pasca Pernyataan Presiden Macron, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keamanan WNI di Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto AP

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan tindakan Presiden Prancis Emanuel Macron terhadap agama Islam sangat tendensius.

Oleh karena itu, ia juga turut mengecam keras apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di Prancis tersebut.

Sukamta menduga tujuan Macron melakukan hal tersebut lantaran ingin mendulang suara terbanyak di kelompok sayap kanan, sehingga bisa terpilih menjadi Presiden kedua kalinya.

Demikian disampaikan oleh Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melalui pesan singkatnya kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (28/10/2020).


“Beberapa analisa menyebut tujuan Macron adalah terpilih kembali pada 2022, maka dia membuat isu soal yang selama ini menjadi titik lemahnya,” ungkapnya.

“Ini semakin menunjukkan betapa kerdilnya pikiran Macron karena jualan masalah ancaman agama hanya untuk kepentingan politik pribadi,” lanjutnya.

Menurut Sukamta, hal tersebut telah membuat jatuhnya martabat Prancis sebagai negara demokrasi lantaran digunakan untuk kepentingan politik demokrasi.

“Dirinya telah membuat Prancis jatuh martabatnya sebagai negara demokrasi,” tuturnya.

Anak buah Ahmad Syaikhu ini juga mengapresiasi positif kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang telah memanggil Duta Besar Prancis hari ini dan menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis.

“Kita harap pemerintah Indonesia juga proaktif untuk berkomunikasi dengan negara-negara OKI, mendorong ada pernyataan bersama oleh OKI mengecam pernyataan Macron,” tandasnya.

Ia juga meminta Pemerintah melalui KBRI di negara-negara Eropa juga perlu meningkatkan pengawasan dan penjagaan kepada masyarakat Indonesia yang ada di sana.

“Karena sangat mungkin ucapan Macron ini akan meningkatkan kekerasan kelompok ultra kanan kepada kaum muslimin dan imigran,” pungkasnya.

(muf/pojoksatu)