Otto Hasibuan Menang Gugatan PKPU USD 2,5 juta Terhadap Joko Tjandra

Otto Hasibuan
Otto Hasibuan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Otto Hasibuan kepada Djoko Tjandra. Pengabulan tersebut dibacakan dalam agenda sidang pembacaan putusan hari ini.


Adapun perkara dengan Nomor 310/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam Pasal 222 ayat 1 (satu) dan 3 (tiga) Undang- Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang  (UU PKPKU) sebagaimana dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Dulhusin dalam agenda pembacaan putusan hari ini Selasa tanggal 27 Oktober 2020.

“Menimbang, bahwa karena Termohon telah mengakui adanya utang meskipun besaran utang menurut Termohon tidak sama dengan yang diajukan oleh Pemohon. dengan demikian unsur pasal mengenai adanya utang telah terpenuhi”  Demikian putusan yang di bacakan Ketua Majelis Dulhusin, Selasa (27/10/2020).


Menanggapi putusan tersebut, Otto Hasibuan yang menunjuk kuasa hukumnya dari kantor ARP & Co. mengatakan, bahwa sebenarnya pengajuan PKPU ini dengan berat hati karena harus menggugat mantan kliennya.

Kendati merasa berat, Otto menegaskan pengajuan gugatan dilakukan guna melindungi kepentingan advokat.

“Selama ini ada pandangan bahwa advokat selalu merugikan kliennya. Padahal, tidak selamanya demikian. Buktinya, dalam kasus saya ini klienlah yang merugikan advokat,” ujar Otto.

Otto Hasibuan mengajukan Permohonan PKPU, karena Djoko Tjandra memiliki utang atas lawyer fee sebesar 2,5 juta USD kepada Otto Hasibuan. Utang itu lahir dari perjanjian atas kesediaan Otto Hasibuan yang diminta oleh Djoko Tjandra untuk menjadi kuasa hukumnya, namun setelah Otto Hasibuan menjalankan kuasanya, Djoko Tjandra tidak memenuhi kewajibannya.

Setelah Permohonan PKPU dikabulkan, Djoko Tjandra ditetapkan dalam keadaan PKPU Sementara hingga 45 hari mendatang untuk kemudian menyelesaikan kewajiban utangnya kepada Otto Hasibuan.

Sementara, Andra Reinhard Pasaribu, kuasa hukum Otto Hasibuan menyatakan putusan ini sudah tepat sesuai dengan fakta di persidangan.

“Kami menghargai keputusan hakim berdasarkan fakta sebenarnya adanya utang itu tinggal kita ikutin proses PKPU selama 45 hari ke depan kami berharap debitur atau pemohon kooperatif mengkuti seluruh proses,” terangnya.

(fir/pojoksatu)