Fakta Baru Provokator Aksi Rusuh Omnibus Law, Ternyata Hasut Anak STM Hancurkan Gedung DPR


POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya kembali menangkap dua pelaku berinisial GAS dan JF yang merupakan creator admin akun Facebook Grup STM se Jabodetabek. Dengan begitu total 5 pelaku admin grup tersebut sudah diamankna

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, para pelaku ini menghasut anak STM se Jabodetabek untuk ikut aksi membuat kerusuhan di demonstrasi Omnibus Law.

“Para pelaku ini membuat postingan-postingan pada akun media sosial facebook yang bermuatan provokasi dan ajakan dengan tujuan membuat kericuhan dan melawan aparat keamanan pada saat pelaksanaan demo tolak UU Cipta Kerja,” kata Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/10/2020)

Menurut Nana, lima pelaku ini merupakan pelajar. Mereka mempunyai peran masing-masing untuk memprovokasi para anak STM.

Para pelaku juga menghasut anak-anak STM di grup tersebut untuk balas dendam menghancurkan gedung DPR.

“Para pelaku ini kerap meyebar yang bermuatan provokasi di grup STM itu dan menyebar hasutan balas dendam, kita hancurkan gedung DPR,” ungkap Nana.

Kini penyidik masih memburu dua pelaku lainnya yang diduga masih satu jaringan dengan 5 creator tersebut.

“Dua lagi sudah DPO, masih diburu ya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap 3 pelaku lainnnya, yaitu MLAI (16 tahun) dan WH (16 tahun) admin grup Facebook “STM se-Jabodetabek” dan SN (17 tahun) akun instagram @panjang.umur.perlawanan yang menghasut dan memprovokasi pelajar melakukan kerushuhan.

Para pembuat dan admin akun facebook grup STM se-Jabodetabek, dikenakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45a ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.

(fir/pojoksatu)

Loading...