Yang Disukai Wisatawan Sekarang Bukan Murah dan Diskon, tapi yang Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat usai mengecek kesiapan obyek wisata di tengah pandemi Covid-19, di Kecamatan Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2020). Foto Humas Pemprov Jabar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Libur panjang pada 18 Oktober sampai 1 November akhir pekan ini, diyakini banyak masyararakat yang memanfaatkannya dengan berlibur.


Bukan tidak mungkin tempat-tempat wisata di luar kota bakal menjadi jujugan dan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menghabiskan liburan bersama kerabat dan keluarga.

Selain obyek wisata, hotel dan restoran juga dipastikan bakal ramai pengunjung.

Akan tetapi, di tengah pandemi Covid-19, daya tarik wisatawan dipastikan beralih.


Jika sebelumnya wisatawan cenderung memilih wisata murah, kini masyarakat pun lebih selektif.

Wisatawan bakal cenderung lebih memilih tempat-tempat atau tujuan wisata yang disiplin dan ketat menerapkan protokol kesehatan.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki dalam talkshow ‘Dialog Covid-19: Penerapan Protokol Kesehatan dan UMKM’ di Graha BNPB, Jakarta, Senin (26/10/2020).

“Mau makan di warung, tidur di hotel, memilih yang menerapkan protokol kesehatan. Karena mereka akan merasa aman,” ungkapnya.

Saat ini, kata Teten, masyarakat bukan mencari yang murah atau menawarkan diskon.

Melainkan jaminan keamanan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.