Ketua MPR Minta Pemerintah Untuk Tak Terburu-Buru Keluarkan Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah berencana untuk memajukan waktu produksi vaksin Covid-19 pada pulan November ini, yang sebelumnya direncanakan pada awal tahun 2021.


Menanggapi hal tersebut, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Pemerintah tak terburu-buru mengeluarkan vaksin virus asal kota Wuhan China itu.

Pasalnya, butuh kehati-hatian dalam mengeluarkan vaksin Covid-19 tersebut, sehingga tak berdampak buruk bagi masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Bamsoet dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/10/2020).


“Vaksin ini pada dasarnya masih ditahap uji coba, penelitian ini masih terus berjalan. Tak apa semisalnya agak mundur sedikit pengeluaran Vaksin Covid-19. Jangan sampai vaksin ini berdampak buruk bagi masyarakat,” jelasnya.

“Bagi saya, sangat diperlukan kehati-hatian lebih untuk membuat Vaksin Covid-19. “Beda dengan Rapid Test atau Swap Test. Kalau soal Rapid dan Swap, saya sependapat dengan ementerian Kesehatan (Kemenkes), karena memang harus dilakukan tes Covid-19 secara massal kepada masyarakat. Tapi kalau vaksin, nggak bisa seperti itu. Harus dilakukan dengan teliti,” lanjutnya.

Kendati begitu, pria akrab dipanggil Bamsoet itu tetap mengimbau masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Selama vaksin belum keluar, masyarakat harus terus pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Itu yang paling bisa menghindari dari terpapat Covid-19,” kata Bamsoet.

Tak hanya itu, lanjut politisi Golkar ini, ia juga meminta kepada masyarakat agar tak terlalu terbuai dengan kehadiran Vaksin Covid-19. Sebab, Vaksin tersebut diciptakan bukan untuk membutuh virus tersebut.

“Vaksin itu untuk antibodi kita agar lebih kuat. Dimana ketika disuntikan itu (Vaksin Covid-19), badan kita dapat memperkenalkan dan mengatasi virus lebih cepat. Kalau (orang) yang tak melakukan vaksin, artinya dia membiarkan antibodinya sendiri bertarung dengan virusnya,” terangnya.

Kedepannya, Bamsoet berharap kehadiran Vaksin Covid-19 menjadi ‘angin segar’ bagi masyarakat dan memperbaiki segera kondisi ekonomi di Indonesia.

“Maka perlu diperhatikan itu semua, waktunya panjang. Agar ketika disuntikan, tak ada penyakit lainnya yang hinggap di badan masyarakat,” pungkas anak buah Airlangga Hartarto itu.

Sebelumnya, Bamsoet meminta pemerintah untuk memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 di Pulau Jawa ketimbang wilayah lain.

Menurutnya, pemberian vaksin ini harus sejalan dengan program pemulihan ekonomi akibat pandemi.

“Mengingatkan pemerintah agar peta jalan vaksinasi Covid-19 dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi. Vaksinasi di pulau Jawa patut diprioritaskan,” kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan berdasarkan data Satgas Covid-19, Pulau Jawa menjadi episentrum penyebaran virus corona.

Menurutnya, sebanyak 60 persen kasus positif Covid-19 yang ada di Indonesia disumbang Jawa.

“Karenanya, prioritas vaksinasi di Jawa memiliki alasan yang kuat. Terlebih, jika dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi,” ujarnya.

(muf/pojoksatu)