Pengamat Terheran-heran, Habis Rame Demo Demokrat-PKS-Gatot-KAMI ke mana? Padahal di Awal Kasih Aplause ke Demonstran

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto: Youtube Refly Harun
Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto: Youtube Refly Harun

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara, mempertanyakan sejumlah pihak yang sempat ‘bersinar’ usai pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Di antaranya adalah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jadi penentang UU sapu jagat itu.

Mereka yang sempat menjadi ‘primadona’ itu, kini bak ‘menghilang’ pasca demo besar-besaran Omnibus Law di berbagai daerah.

Keheranan itu disampaikan Igor Dirgantara kepada RMOL, Senin (19/10/2020).

“Terkait sejumlah aktivis yang ditangkap pasca demo omnibus law. Pertanyaannya adalah, ke mana PKS dan Demokrat?” tanya Igor.

Igor juga mempertanyakan Gatot Nurmantyo dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Sebab menurutnya, saat awal kegaduhan Omnibus Law, Gatot dan KAMI sudah digadang-gadang sebagai simbol perlawanan kritis terhadap kebijakan pemerintah itu.

“Di awal lantang memberi applause kepada para demonstran, tetapi belakangan tidak muncul pernyataaan atau pembelaan kepada para aktivis dan mahasiswa yang sudah turun ke jalan, bahkan berbalik badan,” kritiknya.

Pun demikian saat sejumlah petinggi KAMI ditangkap aparat, seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana.

Gatot Nurmantyo, kata Igor, justru muncul dan menjadi sorotan berkenaan dengan pernyataan yang memuji Omnibus Law.

Loading...