Lagi, Polisi Tangkap 3 Orang Diduga Provokator Demo Rusuh Pelajar, Terlacak Via Grup Facebook, Ini Perannya

Ratusan massa yang diamankan dari aksi demo Tolak RUU Ciptaker di Medan. Foto : nina/pojoksumut

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akhirnya mengamankan tiga pelaku yang berperan sebagai provokator untuk mengajak para pelajar melakukan kericuhan saat demo penolakan UU Cipta Kerja.

Ketiga pelaku berinisial MLAI (16), WH (16), dan SN (17). Ketiganya masih duduk di bangku SMK di salah satu sekolah di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dua orang remaja berperan melakukan provokasi ajakan berbuat kerusuhan kepada anak-anak SMK/STM. Ajakan itu dilakukan lewat grup facebook.

“Pertama mengamankan dua orang, khususnya yang (mengajak pelajar) STM ya lewat grup Facebook bernama STM seJabodetabek,” kata Yusri dalam keterangannya, Selasa (20/10/2020).


Kemudian tersangka satunya berinisial SN (17) diamankan di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Perannya yakni mengajak anak-anak STM di grub IG @panjang.umur.perlawanan untuk melakukan demo anarkis pada tanggal 8 Oktober dan 13 Oktober,

“Dia memprovokasi, menghasut, ujaran kebencian dan berita bohong di medsos untuk mengundang para anarko-anarko untuk melakukan kerusuhan,” ungkapnya.

Kini ketiga tersangka masih terus didalami keterangan dan kemungkinan bakal adanya tersangka lain. Namun mereka diduga merupakan provokator bagi para kelompok anarko.

Seperti diketahui, sejumlah massa melakukan aksi demonstrasi diberbagai wilayah di Indonesia. Pemicu aksi demonstrasi ini yakni RUU Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR.

Buntut aksi ricuh itu polisi mengamankan 1.192 perusuh demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10). Sedangkan kerusuhan demo pada Selasa (13/10), polisi mengamankan 1.377 orang yang mayoritas merupakan pelajar.

Saat ini, sebanyak 131 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan aksi demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10) dan Selasa (13/10) di Ibukota.

Dari ratusan yang ditetapkan tersangka itu, sebanyak 69 sudah dilakukan penahanan atas tindakan anarkis dalam aksi demo menolak UU tersebut.

Mereka dijerat pasal 212 KUHP dan atau Pasal 218 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP, dan atau Pasal 406 KUHP.

(fir/pojoksatu)