Beroperasi di Masa Pandemi, Hotel dan Tempat Wisata Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

okupansi - hotel
Ilustrasi/foto via jpnn

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengusaha hotel dan tempat wisata di Indonesia mengaku sangat terdampak Covid-19. Pasalnya, usaha mereka tutup, terlebih saat PSBB diberlakukan.

Saat ini, memasuki new normal, hotel dan tempat wisata sudah diizinkan untuk kembali buka. Namun dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan.

Hal ini dibenarkan pengusaha tempat wisata, Safitri Siswono. Dikatakan, saat PSBB diberlakukan, tempat wisata yang dikelolanya sempat tutup tiga bulan.

“Maret tahun ini kami harus tutup, tempat wisata kami tutup 3 bulan lebih, kemudian boleh bukan. Kemudian September lalu yang di Jakarta harus tutup selama sebulan, sekarang alhamdulillah sudah buka lagi,” ungkapnya di acara talkshow dengan tema “Protokol Kesehatan di Hotel dan Tempat Wisata”, Selasa (20/10).


Meski tempat wisata yang dikelolanya tutup, namun pihaknya harus tetap membayar sejumlah pengeluaran. Karena itu, sejak pemerintah menetapkan new normal, pihaknya pun langsung berbenah.

“Secara internal kita berbenah, secara eksternal, pasar juga harus berbenah. Karena alhamdulillah pemerintah sudah menerapkan new normal ini, kita harus gunakan kesempatan ini, dan menyesuaikan diri. Gimana caranya tetap berusaha dan bisa tetap maju dengan kondisi seperti sekarang,” paparnya.

Dikatakan Safitri, meski kebanyakan tempat wisatanya outdoor, protokol kesehatan tetap diberlakukan.

“Kalau outdoor kita juga disinfektan, untuk kolam renang kita juga terapkan sesuai protokol dari gugus tugas. Kita berupaya menerapkan protokol yang tetapkan gugus tugas di wilayah kami,” jelasnya.

“Masuk harus pakai masker, seperti itu dan karyawan kami setiap hari dicek suhu tubuhnya dan kami taro di depan biar tahu karyawan kami yang masuk tidak ada yang demam. Karyawan pakai masker, pengunjung demikian dan di dalam kita batasi jumlah pengunjung dan jaga jarak,” sambungnya.

Senada, pengusaha hotel di Solo, Sona Maesana mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Per bulan April kita langsung menerapkan standar protokol kesehatan seperti (pakai) masker, pengecekan suhu tubuh, pengisian data diri, karyawan dilengkapi alat kesehatan lengkap,” ungkapnya.

“Bahkan di bulan Mei atau Juni, melalui PHRI kita dapat sertifikasi protokol kesehatan, hotel yang menerapkan standar protokol kesehatan ketat. Untuk memberikan kepada customer rasa aman dan nyaman bahwa hotel kita menerapkan standar protokol kesehatan yang baik dan sesuai ketentuan pemerintah, tandasnya.

(zul/pojoksatu/adv)