Aktivis KAMI di Borgol, Pengamat: Pemerintah Lebay Keliatan Banget Lelucon Politiknya, Padahal yang Penjahat Djoko Tjandra

Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat
Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengamat Politik Pangi Syarwi Cinago turut menyoroti terkait dengan penampakan pemborgolan sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) oleh polisi.

Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah terhadap aktivis pergerakan dimotori oleh Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo itu sangat lebay.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu saat dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Ia juga menyebutkan perlakuan terhadap aktivis KAMI itu merupakan lelucon politik pemerintah.

Sebab, bersebrangan dengan opini mereke yang mencoba untuk mengkritik segala kebijakan pemerintah.

“Pemerintah mempertontonkan lelucon politik, lebay betul memperlakukan aktivis yang bersebrangan dengan pemerintah, yang coba mengoreksi trayek jalannya pemerintah,” jelas Pangi.

Kendati demikian, Pangi juga merasa heran terkait kasus Djoko Tjandra yang telah merugikan negara. Namun, pemerintah tak memperlakukannya seperti itu.

“Wih hebat rezim ini ya, mengapa Djoko Tjandra tidak dipertontonkan atau dirpelmalukan juga atau diborgol ya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Mantan aktivis reformasi Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat serta sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ditetapkan menjadi tersangka dalam rangkaian aksi anti UU Cipta Kerja.

Kamis (15/10/2020), kemarin, Mabes Polri mempertontonkan mereka ke publik dalam acara konferensi pers.

Selain dikenakan baju tahanan berwarna oranye, tangan mereka juga diborgol.

Tindakan aparat mempertontonkan tokoh KAMI dengan penampilan seperti itu dikritik banyak pihak karena seharusnya dalam konteks kasus mereka tidak perlu sampai seperti itu.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyebut, mereka ditahan saja tidak pantas, apalagi diborgol untuk kepentingan disiarluaskan.

Jimly mengatakan sebagai pengayom warga, polisi seharusnya lebih bijaksana dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

“Carilah orang jahat, bukan orang salah atau yang sekedar “salah.” Kata Jimly beberap hari lalu.

(Muf/Pojoksatu)

Loading...