Pesona dan Kemegahan Gerbang Kemayoran, Miliki 34 Tiang Setinggi 40 Meter


POJOKSATU.id, JAKAARTA- Megah dan memukau, itulah kata yang akan terlintas di benak siapa saja ketika memasuki kawasan Kemayoran, Jakarta. Sebuah kawasan niaga dan bisnis berwawasan internasional di pusat kota Jakarta.

Memiliki visi untuk mewujudkan Kemayoran sebagai smart city, beragam upaya dilakukan untuk menunjukkan citra positif dan eksistensi Kemayoran.

Kawasan di bawah naungan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) memiliki luas kurang lebih 454 hektar, juga terdiri dari area bisnis maupun area hijau yang kini sulit diperoleh di Ibu Kota.

Mengikuti kemajuan dan tantangan era, kawasan ini jelas sebagai simbol yang dapat memperlihatkan wujud kawasan Kemayoran.

“Gerbang ini di desain oleh Bapak Ridwan Kamil dan dibangun di sisi utara Kawasan Kemayoran yang terdiri dari 34 tiang yang terbagi menjadi 17 tiang di sisi barat dan 17 tiang di sisi timur, gerbang setinggi 40 meter,” kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan PPK kemayoran, Riski Renando dalam keterangannya, Rabu (14/10/2020).

Gerbang Kemayoran ini resmi berdiri pada februari 2013, gerbang ini kokoh berdiri menyapa setiap pengunjung yang memasuki Kemayoran. Desain yang ditawarkan pada Gerbang Kemayoran menggunakan elemen non-arsitektural sebagai pembentuk bidang dan ruang yang fleksibel. Mengakomodasikan kebutuhan psikologi pengendara maupun pejalan kaki akan ruang kegiatan yang positif dan dinamis.

Hingga saat ini, gerbang Kemayoran menampilkan eksistensi kawasan bisnis internasional untuk menyambut para pengunjung dan menawarkan kemegahan dan keramahan tiang yang melengkung berbentuk aerodinamis.

Dengan perawatan yang terus dilakukan, PPK Kemayoran juga memberikan teknologi pencahayaan dengan daya listrik kurang lebih 3.700 watt pada masing-masing tiangnya.Portal cahaya tersebut kemudian memberikan efek virtual ceiling dengan sorotan lampu pada dua sisi jalan.

“Sebagai sebuah kawasan, bagi Kemayoran gerbang tidak hanya merupakan batasan fisik semata melainkan juga secara fungsional sebagai titik yang resmi ketika hendak memasuki sebuah ruang wilayah,” ungkapnya.

(fir/pojoksatu)

Loading...