Sosialisasi Protokol Kesehatan, Pejalan Kaki dan Tukang Becak sampai Bus di Cianjur Diberhentikan

Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur menghentikan dan memeriksa bus yang melintasi perbatasan dalam operasi yustisi dan sosialisasi protokol kesehatan Covid-19. Foto: IST

“Kita imbau jangan berkerumun. Kalau keluar rumah harus selalu memakai masker, cuci tangan pakai sabun pas sampai rumah,” ujarnya.


Harapannya, dengan semakin gencar sosialisasi, semakin banyak pula masyarakat yang sadar bahaya Covid-19.

“Kita gak mau sampai ada yang tertular. Ingat, Covid-19 ini nyata, sudah banyak buktinya,” tegas Kuslin.


Hal yang sama juga dilakukan di rest area Haurwangi, yang juga merupakan salah satu akses keluar-masuk Kabupaten Cianjur.

“Operasi yustisi ini menyasar masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Ketahuan, langsung kita sanksi,” ungkap Kapolsek Bojongpicung, AKP Aca Nana Suryadi.

Nana mengaku, operasi yustisi ini memang kerap dilakukan di saat jam sibuk.

“Jadi, biar semakin banyak masyarakat yang bisa kita edukasi,” sambungnya.

Diakuinya, tiap menggelar operasi yustisi, selalu ada saja masyarakat yang tidak patuh.

Namun, hal itu tak menyurutkan petugas untuk terus mensosialisasikan protokol kesehatan.

“Kita akan terus jalan, tidak peduli itu pagi, siang, sore atau malam. Kita terus keliling,” tandasnya.

(adv/ruh)