Setelah Viral, Kadisdik Bangka Belitung Batalkan Siswa Wajib Baca Buku Felix Siauw

Buku Felix Siauw Muhammad Alfatih
Buku Felix Siauw berjudul Muhammad Al-Fatih

POJOKSATU.id, JAKARTA – Surat instruksi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mewajibkan siswa SMA/SMK wajib membaca buku Felix Siauw viral di media sosial.

Instruksi itu tertuang dalam surat tertanggal 30 September 2020 yang ditandatangani Kepala Disdik Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Soleh.

Usai viral, Kadisdik Babel pun akhirnya membatalkan instruksinya itu.

Pembatalan tersebut tertuang dalam surat Nomo: 420/1112.a/DISDIK tertanggal 1 Oktober 2020 atau sehari setelah surat instruksi dibuat.


“Menindaklanjuti surat Kepala Dinas Pendidikan Nomor: 420/1109.f/DISDIK tanggal 30 September 2020 soal membaca buku Muhammad Al Fatih, maka dengan ini kegiatan tersebut dibatalkan,” tulis surat tersebut.

“Demikian disampaikan untuk ditindaklanjuti, atas perhatian dan diucapkan terima kasih,” sambungnya.

Surat itu sendiri diunggah melalui akun Twitter resmi Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (2/10/2020).

“Terkait dengan simpang-siurnya kabar Disdik Prov. Babel yang menginstruksikan membaca dan merangkum buku “Muhammad Al Fatih 1435″, kami sampaikan bahwa sudah ada surat pembatalan kegiatan terkait hal ini,” tulis akun @kbbabel.

Pegiat media sosial Denny Siregar yang sebelumnya mengunggah surat instruksi dimaksud pun ikut mengomentarinya.

“Wkwkw ternyata bukan hoax..” sindir Denny.

Kendati demikian, Denny masih mempertanyakan instruksi yang dibuat Kadisdik Babel sebelumnya.

“Sudah dibatalkan. Penting amat gituh, baca buku karangan Felix Siaw??” tanya dia.

Sebelumnya, beredar surat instruksi Kadisdik Kepulauan Bangka Belitung tertanggal 30 September 2020 yang ditandatangani Kepala Disdik Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Soleh.

Surat itu sendiri ditujukan untuk seluruh kepala SMA/SMK se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa buku tulisan Felix Siauw yang wajib dibaca siswa berjudul ‘Muhammad Al Fatih 1453’.

“Dalam rangka memupuk kesadaran untuk terciptanya semangat dalam berliterasi bagi peserta didik SMA/SMK, maka kami instruksikan bagi seluruh peserta didik jenjang SMA/SMK se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tulis surat tersebut.

Para siswa juga diwajibkan merangkum isi buku tersebut dengan gaya bahasa masing-masing dan dikumpulkan di sekolah masing-masing.

Sekolah juga diinstruksikan melaporkan ke Cabang Dinas Pendidikan Kepuluan Bangka Belitung dan selanjutnya Cabang Dinas Pendidikan melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung.

“Paling lambat tanggal 18 Desember 2020,” sambung surat itu.

Di bagian kiri bawah surat itu, tertulis bahwa surat instruksi tersebut ditembuskan ke Gubernur Kepulauan Bangk Belitung dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, II, III dan IV. (ruh/pojoksatu)