Prof Salim Said: Jangan Sampai PKI Menyusup ke PDIP Menindas Orang Islam untuk Balas Dendam

Salim Said
Salim Said

Menurut Salim, peristiwa pemberontakan PKI 1948 dan 1965 terekam dalam ingatan umat Islam dan TNI yang menjadi korban PKI.


“Makanya kalau Anda lihat sekarang, penentangan terhadap rencana UU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) itu adalah orang-orang Islam dan pensiunan tentara,” katanya.

Salim menegaskan, PKI tidak mungkin lagi bangkit seperti dulu. Partai komunis di dunia saat ini juga bukan sosialis lagi, tapi kapitalis.

“Komunis itu sudah bangkrut, Uni Soviet bubar, Cina jadi kapitalis, Vietnam jadi kapitalis. Ada partai komunis di negeri itu, tapi ideologi komunis tidak lagi mereka jalankan,” katanya.

Kalau begitu, kenapa Indonesia masih takut dengan PKI?

Salim menjelaskan bahwa ketakutan sebagian orang Indonesia itu karena ada pengalaman buruk.

Pengalaman menunjukkan pada zaman Nasakom sebelum Gestapu, PKI berlindung di balik Soekarno untuk menindas orang Islam.

“Jadi orang ada ketakutan jangan sampai PKI itu menyelusup ke dalam PDIP dan dari dalam menggunakan tangan pemerintah menindas orang Islam,” ucapnya.

“Jangan lupa, ada anak PKI namanya Ribka Tjiptaning yang menulis buku bangga jadi anak PKI. Dan dia itu adalah pengurus PDIP,” imbuhnya.

Salim meyakini Ribka Tjiptaning tidak akan membentuk atau menghidupkan kembali partai komunis di Indonesia, tetapi dia bisa saja meminjam tangan pemerintah untuk balas dendam kepada orang Islam.

“Dia bisa menggunakan kekuasaan, meminjam tangan pemerintah membalaskan dendamnya kepada orang-orang Islam. Ini yang ditakutkan oleh orang Islam, bukan partai komunisnya, partai itu sudah bangkrut,” pungkas Salim Said.

Selengkapnya simak video Salim Said yang mengulas sejarah PKI di bawah ini:

(one/pojoksatu)

Loading...