KAMI dan Gatot Ditolak di Surabaya, Wakil Ketua MPR: Jangan Merasa Benar Sendiri, Kalau Ada Penolakan ya Itu Demokrasi

Gatot Nurmantyo dalam deklarasi KAMI di Surabaya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penolakan sekelompok warga Kota Surabaya terhadap kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan Gatot Nurmantyo adalah bagian dari demokrasi.

Apa yang dikampanyekan Gatot Nurmantyo dan KAMI, bisa jadi tidak semuanya benar.

Hal itu pula yang kemudian memicu penolakan di Kota Pahlawan tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menanggapi pembubaran acara KAMI di Surabaya, Senin (28/9) kemarin.


“Ya, itu fakta di lapangan, bahwa mungkin apa yang disampaikan Pak Gatot itu benar, tapi tidak semuanya benar,” kata Jazilul kepada RMOL, Selasa (29/9/2020).

Politisi senior PKB ini menilai, gerakan yang diusung KAMI mungkin saja benar.

Akan tetapi, KAMI juga tidak bisa memaksa masyarakat untuk menerima keberadaan mereka.

“KAMI kan gerakan moral, mungkin saja ada yang benar tapi tidak semua akan menerima,” tuturnya.

Karena itu, KAMI juga tidak bisa merasa benar sendiri.

“Intinya, jangan sampai benar sendiri lah. Kalau dalam satu negara sendiri kan tidak boleh benar sendiri, ingin menyelamatkan sendiri,” tuturnya.