Edi Hasibuan: Tokoh KAMI Nyari Panggung tapi Gak Punya Hati Nurani

Dr Edi Hasibuan. Foto: Antara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengamat kepolisian Dr Edi Hasibuan menilai, setidaknya ada dua alasan polisi membubarkan deklarasi Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) di Surabaya.

Pertama, acara tersebut jelas-jelas melanggara protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kedua, untuk menghindari adanya gesekan antara massa KAMI dengan kelompok masyarakat yang menolak kehadirannya di Kota Pahlawan itu.

“Kami melihat tindakan tegas Polda Jatim yang membubarkan deklarasi KAMI di Surabaya sangat tepat,” ujar Edi dilansir Antara, Senin (28/9) malam.


Yang dilakukan polisi itu, sambung mantan komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini semata-mata demi kondusifitas di tengah masyarakat.

“Kami paham, tindakan itui demi keamanan masyarakat setempat,” sambungnya.

Sebaliknya, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) ini mengatakan sejumlah tokoh KAMI tengah mencari panggung.

Namun tidak memiliki hati nurani sehingga kegiatannya cenderung melanggar protokol kesehatan.

Pembubaran itu, sambung Edi, juga karena adanya kelompok masyarakat yang menolak kehadiran KAMI di bumi Arek-Arek Suroboyo itu.