Dibeberkan Said Salahuddin, Pembubaran KAMI di Surabaya Tidak Penuhi 6 Unsur, Melanggar Undang-Undang

Gatot Nurmantyo dalam deklarasi KAMI di Surabaya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pembubaran acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya, dinilai cacat dan tidak memenuhi enam unsur.

Enam unsur tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik).

Dalam UU tersebut, disebutkan bahwa hak untuk berkumpul secara damai tidak boleh dibatasi kecuali untuk enam alasan.

Demikian disampaikan pakar hukum tata negara, Said Salahuddin saat dihubungi PojokSatu.id, di Jakarta, Selasa (29/9/2020).


“Pertama, alasan keamanan nasional. Kedua, alasan keselamatan publik. Ketiga, alasan ketertiban umum. Keempat, alasan moral, kelima, untuk melindungi hak dan kebebasan orang lain,” kata Said.

Unsur-unsur tersebut, kata Said, jelas tidak terpenuhi oleh aparat kepolisian sehingga tidak dapat dimajukan sebagai alasan untuk membubarkan kegiatan KAMI.

“Adapun terhadap alasan yang keenam, yakni terkait dengan perlindungan kesehatan, kita bisa berdebat panjang soal ini,” terangnya.

Hal itu mengacu pada video yang beredar di media sosial dimana pada peserta disebut Said telah menerapkan protokol kesehatan.

“Sebab, dari video aksi pembubaran dapat dilihat bahwa para peserta kegiatan KAMI duduk dengan posisi menjaga jarak dan menggunakan masker. Jumlahnya pun terbatas,” terangnya.