Update Dokter Cabul Saat Rapid Tes, Polisi: Kalo Ada Masyarakat Yang Jadi Korban Harap Lapor

EFY, pelaku pelecehan seksual dan pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta digelandang petugas usai ditangkap di tempat persembunyiannya, di Toba, Sumatera Utara. Foto: Hendrik/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA- Oknum petugas medis yang melakukan dugaan pelecehan seksual dan pemerasan saat rapid test di Bandara Soetta memberi kesaksian mengejutkan. Ternyata pelaku berinisial EFY mengaku melakuakan pelecehan dan pemersan itu beru pertama kalinya.


Oknum tersangka EFY saat ini sudah menjadi tersangka kini yang bersangkutan sudah resmi ditahan 20 hari kedepan.

“Pengakuan tersangka baru pertama kali melakukan (pelecehan dan pemerasan),” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho saat dihubungi, Senin (28/9/2020).

Namun, kata Kompol Alexander, pihaknya tak serta merta mempercayai keterangan tersangka.


Karena itu, penyidik mempersilahkan masyarakat melapor bila merasa menjadi korban dalam kasus pelecehan dan pemerasan yang dilakukan oknum tersangka tersebut.

“Kalau ada masyarakat yang menjadi korban silahkan melapor (Polresta Bandara Soetta),” ujarnya.

Diketahui, terjadi dugaan kasus pelecehan seksual dan pemerasan oleh salah seorang petugas rapid test yang disediakan oleh PT Kimia Farma Diagnostika.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan petugas rapid test terungkap bermula dari twit korban dengan inisial LHI.

LHI mengaku mengalami tindak pelecehan seksual dan pemerasan oleh pelaku pada 13 September 2020 lalu dan sempat mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Atas kejadian itu, korban LHI pun resmi melapor Polres Bandara Soekarno-Hatta. Tak butuh waktu lama EFY ditangkap di sebuah kos-kosan di Balige, Toba, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9/2020). Kini yang bersangkutan telah resmi ditahan 20 hari ke depan di Rutan Polresta Bandara Soetta.

(fir/pojoksatu)