Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh, Tetangga Ungkap Kebiasaan Suami Ketiga

TKP Pembunuh Sumi dan Geby dipasangi garis polisi. Foto Sigit Adriyanto/Pontianak Post
TKP Pembunuh Sumi dan Geby dipasangi garis polisi. Foto Sigit Adriyanto/Pontianak Post

POJOKSATU.id, PONTIANAK – Kasus pembunuhan ibu dan anak di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat masih menyisakan misteri.

Polisi belum menetapkan tersangka pembunuh Sumi alias Umi (39) dan anak gadisnya, Geby. Polisi masih memburu suami ketiga Sumi yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Rumah korban telah dipasangi garis polisi. Polisi masih melakukan serangkaian penyidikan dan olah TKP guna memastikan penyebab kematian ibu dan anak tersebut.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari tetangga yang tinggal bersebelahan dengan korban, yakni Titin menyebutkan kedua korban merupakan warga yang tergolong jarang berkomunikasi dengan warga setempat.

Menurut Titin, Sumi dan Gebi jarang beraktivitas di luar rumah. Bahkan untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat pun hanya sekadar saat ada pelanggan datang belanja ke warung sembako di rumah korban.

“Terakhir kali lihat itu hari Minggu (20/9) saat warungnya buka. Waktu itu memang mata Bu Sumi tampak sembab seperti habis menangis. Sesudah itu, hari Senin sama Selasa warungnya sudah tidak ada buka lagi dan korban pun sudah tidak pernah terlihat,” jelas Titin, Kamis (24/9).

BACA: Kesaksian Teman Kampus Geby, Mahasiswi Cantik yang Dibunuh Bersama Ibunya

Titin mengaku tak mengetahui apa yang terjadi setelah melihat korban terakhir kalinya. Bahkan, dirinya juga tak mendengar apapun, baik itu teriakan minta tolong, barang jatuh, ataupun suara riuh lainnya dari rumah korban sebelum ditemukan tewas.

Padahal, kata dia, jarak antara rumahnya dan rumah korban sangat berhimpitan, bahkan hampir tak menyisakan celah.

Titin membeberkan kebiasaan suami ketiga korban Sumi. Ia menyebut suami ketiga Sumi hanya sekali-sekali datang ke rumah korban.

“Korban memang hanya tinggal berdua anaknya (GP) di rumah tersebut. Bapaknya (suami ketiga korban Sumi) jarang berada di rumah. Kalau pun datang itu cuma sekali-kali,” tuturnya.

Loading...