Ibu dan Anak Gadisnya Tewas Bersimbah Darah, Suami Baru Menghilang

Lokasi pembunuhan ibu dan anak dikerumuni warga. Foto Pontianakpost
Lokasi pembunuhan ibu dan anak dikerumuni warga. Foto Pontianakpost

POJOKSATU.id, PONTIANAK – Warga Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan mayat ibu dan anak gadisnya di dalam rumahnya, Rabu (23/9) malam.

Kedua mayat itu yakni Sumi (40) dan anak gadisnya Geby (19). Ibu dan anak tersebut diduga sebagai korban pembunuhan. Keduanya pertama kali ditemukan oleh keluarga korban.

Yogi, salah satu keluarga korban mengatakan, keluarga merasa curiga setelah tiga hari HP milik korban tidak bisa dihubungi.

Kemudian, keluarga besar korban sepakat untuk berkumpul dan mendatangi rumah korban. Sekira pukul 19.30 WIB dirinya bersama keluarga yang lain tiba di lokasi.

Saat tiba dirumah korban, keluarga menemui sejumlah kejanggalan, dimana lampu rumah dalam keadaan mati.

“Saat melihat dari jendela, ada yang tergeletak, kemudian pintu didobrak. Setelah melihat, si Umi (Sumi) sudah meninggal di ruang tamu,” katanya.

Sedangkan jenasah Geby berada di ruang tengah.

“Darahnya sudah kering, kayaknya sudah tiga hari,” imbuhnya.

Yogi mengungkapkan bahwa Sumi tinggal di rumah itu bersama anak dan suami barunya yang biasa disapa Alau.

Namun saat ini, sang suami tidak ada di tempat. Ia menghilang dan belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, aparat kepolisian mengerahkan dua unit mobil ambulan untuk mengevakuasi jenazah korban. Di sisi lain, warga terlihat menyemut di tempat kejadian perkara.

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Polisi Komarudin saat tiba di lokasi dan melihat keadaan di dalam rumah menyatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara kedua korban ibu dan anak gadisnya ini diduga korban pembunuhan.

“Kita masih mendalami kasus ini dan dugaan sementara pelaku merupakan orang dekat korban karena dari dalam rumah tidak ada tanda-tanda pengrusakan,” kata Komarudin.

Setelah dilakukan olah TKP kedua mayat tersebut langsung dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Barat untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian korban.

“Kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap suami ketiga korban lantaran sampai saat ini menghilang dan tidak bisa dihubungi,” ucap Komarudin.

(arf/pontianakpost)

Loading...