Gak Mungkin Jokowi Tolak Usulan NU dan Muhammadiyah soal Tunda Pilkada, Jangan-jangan Omongan Fadjroel Rachman…

Anggota DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim

Terlebih, sambungnya, alasan penundaan pilkada itu didasarkan pada pertimbangan untuk melindungi nyawa rakyat dari pandemi Covid-19 yang makin meluas.

Anak buah Muhaimin Iskandar ini juga menilai, pengumuman ditunda atau tidaknya pelaksanaan pilkada merupakan hal penting.

Karena itu, tidak sepatutnya hal tersebut diumumkan oleh seorang jurubicara.

“Untuk hal sepenting itu, juga dengan memandang pihak yang memberi saran dan masukan (NU dan Muhammadiyah), saya yakin Presiden Jokowi akan secara langsung mengumumkan respon dan keputusannya, tanpa melalui jurubicara presiden maupun kementerian terkait,” bebernya.


Politisi asal Jawa Tengah ini meyakini, Presiden Jokowi akan menjunjung tinggi sopan santun.

Seharusnya Jokowi mengumumkan hal penting tersebut, bukan memerintahkan jurubicara atau pembantu lainnya.

“Sebagai tokoh yang lahir dan besar dalam tradisi sopan santun yang kuat, saya yakin Presiden Jokowi akan merasa kurang menghargai NU dan Muhammadiyah jika memerintahkan jurubicara atau pembantu lainnya untuk mengumumkan respon dan keputusannya kepada masyarakat luas,” ucap Luqman Hakim.

Karena itu, ia meminta semua pihak agar menunggu pengumuman langsung yang disampaikan orang nomor satu di Indonesai itu berkenaan dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.