Ganti Lambang Garuda Pancasila, Pemimpin Paguyuban Tunggal Rahayu Jadi Tersangka

Berkas pengajuan perzinan Paguyuban Tunggul Rahayu. Foto: Arief/PojokSatu.id
Berkas pengajuan perzinan Paguyuban Tunggul Rahayu. Foto: Arief/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, BANDUNG- Kasus paguyuban yang mengganti lambang Garuda Pancasila,dan hendak mencetak uang, dinaikan statusnya oleh Polisi.

Setelah hasil pendalaman, penyidik Polres Garut menetapkan pemimpin ormas tersebut sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago mengatakan, Sutarman ditetapkan tersangka usai polisi melakukan pemeriksaan pada Rabu kemarin. Saat itu Sutarman diperiksa dan dari hasil pemeriksaan Sutarman dinaikkan status dari saksi menjadi tersangka.

“Tadi pagi sudah dilakukan pemeriksaan dan sekarang dinaikkan tersangka dan tersangka atas nama Pak Sutarman,” kata dia kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Meski kini sudah menyandang status tersangka, paguyuban Tunggal Rahayu, Garut sudah banyak melakukan hal kontroversi dimasyarakat, berikut beberapa kontroversi dari Ormas tersebut.

Paguyuban Tunggal Rahayu, Garut awal membuat kontroversi karena ditemukan merubah kepala lambang negara Indonesia yakni Pancasila dengan mengubah ke arah depan. Selain itu beberapa komponen yang ada di Pancasila juga di ubah.

Bahkan, di dada Pancasila yang seharusnya terdapat logo padi dan kapas dan beberapa logo lainnya, oleh Paguyuban Tunggal Rahayu diubah menjadi bola dunia.

Kemudian, Ormas Paguyuban Tunggal Rahayu juga dinilai masih ada keterkaitan dengan kasus Sunda Empire. Fakta tersebut ditemukan polisi usai, memeriksa empat orang mantan anggota. Dalam hal ini paguyuban meminta uang terhadap anggota baru.

Empat orang saksi yang didatangkan untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut, mengaku dimintai uang ratusan ribu untuk kemudian diganti dengan uang dari Bank Swiss.

Selain meminta uang, Paguyuban Tunggal Rahayu juga mengiming-imingi para anggota baru dengan emas batangan. Berdasarkan keterangan empat orang tersebut, setiap anggota baru akan mendapatkan emas batangan.

(arf/pojoksatu)