Bareskrim Temukan Pidana dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Benarkah Bakal Ada yang Tersangka?

Petugas terus berupaya memadamkan api yang membakar Gedung Kejaksaan Agung RI, Minggu (23/8/2020). Foto Rakyat Merdeka
Petugas terus berupaya memadamkan api yang membakar Gedung Kejaksaan Agung RI, Minggu (23/8/2020). Foto Rakyat Merdeka

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah mulai menemukan titik terang.

Pasalnya, dari hasil penyelidikan Bareskrim Polri sudah menaikkan statusnya ke tingkat penyidikan.

Selain itu, dari hasil penyelidikan adanya dugaan tindak pidana dalam kasus kebakaran Kejagung tersebut.

“Kita gelar bersama-sama rekan dari kejaksaan Labfor dan dijajaran penyidik Bareskrim dan Polda Metro Jaya, penyidik berkesimpulan ada dugaan peristiwa pidana,” kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Meski sudah memenuhi unsur pidana, jendral bintang tiga ini belum membebrkan secara rinci bakal adanya tersangka dalam kasus tersebut.

Hanya saja Sigit mengatakan, dugaan pasal yang sangkakan terhadap terduga pelaku yakni
Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 188 KUHP.

Di mana Pasal 187 yang berbunyi barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran ancaman hukumannya maksimal 12 sampai 15 bahkan seumur hidup .

“Pasal 188 barang siapa yang sengaja menyebabkan kebarakan hukuman maksimal 5 tahun,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Gedung Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar pada Sabtu (22/8) malam. Api baru dapat dipadamkan keesokan harinya.

Kasus kebakaran ini menjadi polemik lantaran Kejaksaan saat ini sedang menangani sejumlah kasus korupsi besar di Indonesia. Banyak pihak yang mengkhawatirkan insiden itu akan berdampak pada penanganan kasus.

Namun, Kejagung menyebut kebakaran tak membahayakan berkas perkara dari kasus korupsi manapun lantaran berada di gedung yang terpisah dan tidak berdekatan dengan gedung yang terbakar.

(fir/pojoksatu)