Kapolda Metro Klaim Masih Banyak Warga yang Tak Taat Protokol Kesehatan, Ini Sederet Buktinya

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. Foto Firdausi/PojokSatu.id
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. Foto Firdausi/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA- Baru dua hari digelar penindakan Operasi Yustisi Polda Metro Jaya sudah mengumpulkan puluhan jita rupiah dari pelanggar aturan protokol kesehatan.

Denda mencapai 88.6 juta itu merupakan penindakan gabungan yang dilakukan Pemprov DKI, TNI, Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan.

“Nilai denda ini dari penindakan gabungan jadi nilai denda sebesar Rp88.650.500 selama dua hari ini,” kata Nana di Terminal Grogol, Jakarta Barat, Rabu (16/9/2020).

Nana menyebut, dari denda puluhan juta itu ada 9.734 pelanggar yang tak patuhi protokol kesehatan dengan rincian teguran sebanyak 2.971, kemudian sanksi sosial sebanyak 6.279 orang.

Dengan angka pelanggar terbilang tinggi itu, hal tersebut membuktikan masih banyak warga yang tak taat patuhi protokol kesehatan.

“Dan sanksi denda sebanyak 484 orang, ini dari tanggal 14-15,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mulai menggelar operasi yustisi sejak Senin (14/9) guna mengawasi penerapan protokol kesehatan masyarakat. Total, ada 6.800 personel gabungan yang disiapkan aparat untuk mengawasi protokol kesehatan di DKI Jakarta.

Operasi Yustisi ini juga berbarengan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau PSBB total di Jakarta.

Tim gabungan tersebut terdiri dari TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga personel kejaksaan dan pengadilan. Seluruh elemen tersebut bertugas mengawasi serta menindak pelanggar protokol kesehatan di masa PSBB DKI Jakarta.

“Ada 6.800 personel itu terdiri dari 700 dari Pemda, 50 jaksa, 50 pengadilan, 3.000 TNI, dan 3.000 Polri,” kata Yusri, Selasa (15/9/2020).

(fir/pojoksatu)