Diimbau Ridwan Kamil, Warga Jakarta Jangan ke Jabar atau Puncak

Gubernur Jabar Ridwan Kamil di webinar ‘Indonesian Youthquake 2020: How Social Media Drive Policy Making’ dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (7/8/20) malam WIB. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

POJOKSATU.id, BANDUNG – Warga DKI Jakarta diimbau agar tidak dulu bepergian atau berwisata ke Jawa Barat selama pemberlakuan PSBB.


“Hampir 70 persen ke Puncak, bukan warga Jabar. Kalau begitu tidak mengetatkan, hanya memindahkan interaksi pergerakan. Kami sudah lakukan koordinasi,” kata Ridwan seperti dilansir dari Antara.

Menurutnya, pemberlakuan PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta jelas akan diikuti pembatasan antarwilayah.

Emil mengatakan, saat ini pihaknya tengah menghitung jumlah warga Jawa Barat yang kerja informal di Jakarta.


“PSBB ketat tidak bisa berjualan, karena berpengaruh pada bansosnya. Apakah PSBB ini didukung dana Bodebek, provinsi, atau pusat,” ujar Ridwan.

Menurut dia, keputusan di DKI Jakarta kembali melaksanakan PSBB berpengaruh di tingkat regional sampai nasional.

”Mudah- mudahan koordinasinya lebih baik, lebih mendalam. Sehingga, semuanya mendukung. Tidak terkesan ada perbedaan yang jadi ramai,” papar Ridwan.

Gubernur Jabar menggelar rapat koordinasi bersama lima kepala daerah di wilayah Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) melalui video conference dari Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Rapat membahas kebijakan yang akan diterapkan di Bodebek khususnya wilayah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta terkait pemberlakuan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai Senin, 14 September.