Heboh Paguyuban Tunggul Rahayu Garut, Dapat Wangsit dari Bung Karno untuk Nutup Utang

Kepala Kesbangpol Jawa Barat Raden Iip Hidayat menunjukkan kelengkapan administrasi pengajuan perizinan Paguyuvab Tunggul Rahayu. Foto: Arief/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, BANDUNG – Paguyuban Tunggul Rahayu yang heboh karena merubah lambang Garuda Pancasila dan membuat uang sendiri di Kabupaten Garut, ternyata sudah ada sejak tiga tahun lalu.

Kepala Kesbangpol Jawa Barat, Raden Iip Hidayat menjelaskan, kemunculan ormas ini awalnya paguyuban untuk kegiatan pengajian dan majelis taklim.

Iip menyebut, berdasarkan hasil penggalian Kesbangpol Garut, didapati bahwa paguyuban Tunggul Rahayu sudah ada di Cidewu sejak 2017.

“Lalu kami dalami bahwa ada pergerakan ormas ini di Majalengka,” beber Iip, Rabu (9/9/2020).


Saat berdiri di Garut, jelasnya, ormas ini tidak ramai. Malah lebih ramai di Majalengka pada 2019-2020.

“Kemudian kesbangpol Majalengka kordinasi dengan Garut. Karena infonya berawal dari Garut. Dan Kesbangpol Majalengka menutup kegiatan di Majalengka,” jelasnya.

Soal lambang Garuda dan uang yang dicetak, Iip menjelaskan bahwa kesbangpol Garut awalnya mendapat pengajuan perizinan dari Tunggul Rahayu.

“Mengajukan perizinan, lalu dicek ada lambang yang menyerupai burung Garuda. Dan secara aturan memang melanggar Undang-Undang,” jelasnya.