Arief Poyuono: Staf Ahli Direksi BUMN itu cuma Numpang Makan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono

“Contoh di PLN dulu itu (staf ahli) belasan, di Pertamina, di tempat lain juga,” katanya.

“Jadi kita rapikan sekarang, dibuat batasannya, hanya boleh lima. Tidak boleh lagi jalan sendiri-sendiri,” sambungnya.

Terkait dengan besaran gaji per bulan yang mencapai Rp50 juta, Arya menyebut bahwa hal itu merupakan bentuk transparansi.

“Ini bagian transparansi BUMN dan semuanya harus akuntabel, jelas, transparan, legal, tidak diam-diam, dan tidak boleh rangkap jabatan,” jelasnya.


Dalam SE Nomor: SE-9/MBU/08/2020 tentang Staf Ahli bagi Direksi BUMN yang ditandatangani Menteri BUMN Erick Thohir disebutkan bahwa direksi boleh menunjuk staf ahli maksimal lima orang.

Mereka juga bakak mendapat honorarium sampai Rp50 juta per bulan disesuaikan kemampuan perusahaan.

(ruh/pojoksatu)