KAMI Jabar Tuntut Rubah Hari Lahir Pancasila jadi 18 Agustus, Politisi PDIP: Itu Motivasinya Apa?

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo. Foto DPR RI

“Jadi, suatu hal yang sudah diputuskan kemudian tidak substansi tidak mengerti sejarah, seolah-olah tidak mengerti sejarah, seolah-olah meluruskan sejarah, menjadi pertanyaan besar,”


Karena itu, ia pun mempertanyakan tuntutan aktivis KAMI Jabar itu.

“Ada apa sebenarnya? Motifnya apa itu? Keinginan untuk mengubah itu motivasinya apa?” tanya anak buah Megawati Soekarnoputri ini.

“Jelas-jelas itu sudah diputuskan dan semua pihak mengamini kok tiba-tiba ada segelintir mengatasnamakan tokoh yang akan memperbaiki bangsa,” tandasnya.


Sebelumnya, deklarasi KAMI Jabar akhirnya dilakukan dengan penyampaian pendapat di Babak Jeruk, Pasteur dan aksi di depan Gedung Sate.

Dalam deklarasi itu, dibacakan enam maklumat oleh Presidium KAMI Jabar, Radhar Tribaskoro.

Selain itu, mereka juga menuntut agar tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

(rmol/ruh/pojoksatu)