KAMI Jabar Tuntut Rubah Hari Lahir Pancasila jadi 18 Agustus, Politisi PDIP: Itu Motivasinya Apa?

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo. Foto DPR RI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Politisi PDIP Rahmad Handoyo mempertanyakan tuntutan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat.


Mereka menuntut pemerintah agar merubah Hari Lahir Pancasila dari tanggal 1 Juni menjadi 18 Agustus.

“Usulan Hari Lahir Pancasila menjadi tanggal 18 Agustus, saya justru bertanya ada apa? Kenapa?” tutur Rahmad kepada RMOL, Selasa (7/9/2020).

Anggota Komisi IX DPR RI ini menyatakan pandangannya.


“Sama-sama sudah diputuskan hari konstitusi tanggal 18 Agustus, hari konstitusi menjadi hari yang sakral yang telah ditetapkan oleh Presiden pada 2008 yang lalu,” ujarnya.

Kemudian juga hari lahirnya Pancasila itu juga dalam rangka negara menghormati sebuah jasa-jasa besar dari founding father bangsa,” sambung Rahmad.

Rahmad mengatakan, pemerintah dalam hal ini presiden telah mengambil suatu keputusan untuk menetapkan hari lahir Pancasila dan hari konstitusi sehingga tidak perlu ada lagi keraguan.

Dia justru bertanya kenapa kenapa baru sekarang KAMI melakukan protes dan meminta mengganti hari lahir Pancasila.

Tidak pada saat pemerintah melakukan penyusunan maupun penetapan hari lahir Pancasila.