Tidak Terima Deklarasi KAMI Jabar Dihalang-halangi, Gedung Sate Digeruduk

Deklararor KAMI, M Sa'dun Masyhur.

Masyhur pun berpesan kepada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan gerakan KAMI, agar mengundang KAMI untuk berdialog.


Sebab, untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini harus dilakukan bersama-sama, bukan dengan tindakan represif dan menekan.

Akan tetapi, Masyhur sama sekali tak menyebut pihak yang dimaksudnya itu.

“Ingat, bangsa ini bukan milik satu golongan. Bangsa ini bukan milik pemerintah yang saat ini berkuasa,” tutur dia.


“Pemerintahan tanpa rakyat tidak ada artinya dan kalau rakyat marah kondisi akan lebih berbahaya,” tegasnya.

Atas penolakan ini, ia memastikan bahwa KAMI tidak akan tinggal diam dan akan menggelar aksi demonstrasi dan lain-lain.

“Hari ini KAMI aksi di Gedung Sate, mau pertanyakan kepada Pemprov Jawa Barat kenapa Deklarasi KAMI di Bandung dihalang-halangi,” katanya.

Masyhur menuding, ada kekuatan besar yang berusaha menghalangi deklrasi KAMI Jabar dengan menekan hotel-hotel di Bandung agar tak menerima deklarasi dimaksud.

“Ada kekuatan besar di balik pembatalan sepihak oleh Manajemen Hotel Grand Pasundan terhadap acara KAMI yang harusnya digelar Senin, 7 September,” katanya.

Ia menyebut, awalnya, deklarasi KAMI Jabar akan digelar di salah satu hotel di Bandung. Akan tetapi, pihak manajemen hotel tidak mau menerima kegiatan tersebut.