Siapkan Pengacara, Polisi Bakal Dalami Keterlibatan Pihak Apartemen Soal Kasus Pesta Gay

Puluhan pria penyuka sesama jenis diamankan polisi dalam penggerebekan pesta gay di Apartemen Kuningan Suite lantai 6 room 608. Foto: IST

POJOKSATU.id, JAKARTA- Selain menggali keterlibatan komunitas lain dalam kasus kasus penggerebekan pesta seks gay, polisi juga akan mendalami keterlibatan pihak apartemen yang telah menyewakan tempat tersebut untuk dijadikan pesta seks sesama jenis itu.


Demikian disampaikan, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Jumat (4/9/2020).

“Tim juga melakukan penyelidikan mendalam apakah ada kemudahan yang diberikan (pihak apartemen) dan lain sebagainya. Karena kan mereka random milih tempatnya. Pindah-pindah,” kata Calvin.

Kelompok gay yang tergabung di grup whatsapp ini memang terbentuk sejak 2018 lalu.


Salama 2018 kelompok tersebut telah menggelar pesta seks sebanyak 6 kali di tempat yang berbeda-beda.

Karena itu, kata Calvin, penyidik tak mau berandai- andai perihal keterlibatan pihak apartemen terkait kasus penggerebekan pesta seks sesama jenis itu.

“Nanti kalau itu. Kita sekarang bicara faktanya dulu ya kita nggak bisa langsung berandai-andai. Tapi yang jelas tim masih mendalami terkait dengan lokasi-lokasi yang pernah dilakukan pertemuan event tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek sebuah apartemen di bilangan Jakarta Selatan. Apartemen tersebut diduga dijadikan sebagai tempat pesta penyuka sesama jenis alias gay pada 29 Agustus 2020.

Penggerebakan itu berawal dari laporan masyarakat setempat. Pasalnya akses untuk masuk ke apartemen tersebut sangat ketat.

Namun, karena berkat bantuan security tim akhirnya bisa masuk ke tempat tersebut.

Dari penggerebekan itu, 56 peserta gay terjaring dalam pesta gay tersebut. Namun hanya Sembilan orang yang ditahan.

Atas perbuatannya, sembilan tersangka berinisial TRF, DA, MA, KG, SP, NM, RP, A, dan HW dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan/atau pasal 33 junto Pasal 7 UU Nomor 44 tahun 2008 Tentang Pronografi.

Sementara, ancaman hukuman pun beragam didasarkan pada pasal yang dikenakan. Pasal 36 ancaman 10 tahun penjara, kemudian 296 KUHP ancamannya satu tahun penjara.

Terberat yakni Pasal 33 junto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pornografi.

(fir/pojoksatu)