Polisi Dalami Keterlibatan Komunitas Gay Dengan Komunitas Lain

9 orang ditetapkan sebagai tersangka sebagai penyelenggara pesta gay di Apartemen Kuningan Suite, Jakarta Selatan. Foto: Firdausi/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya terus mengembangkan kasus penggerebakan pesta seks gay di apartemen The Kuningan Suites, Jakarta Selatan.


Termasuk penyidik kini tengah mendalami keterlibatan komunitas lain dengan kelompok gay tersebut.

“Ini kami masih gali apakah ada korelasi komunitas yang kami ungkap dengan komunitas lain,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat dihubungi, Jumat (4/9/2020).

AKBP Jean Calvijn menyebut, kelompok gay yang tergabung di grup whatsapp ini memang terbentuk sejak 2018 lalu.


Karena itu, kata Calvijn, tak menutup kemungkinan adanya komunitas gay lainnya yang berkorelasi dengan kelompok otak pelaku inisial TRF ini.

“Korelasi ada atau tidak komunitas lain, ini terus didalami,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek sebuah apartemen di bilangan Jakarta Selatan. Apartemen tersebut diduga dijadikan sebagai tempat pesta penyuka sesama jenis alias gay pada 29 Agustus 2020.

Penggerebakan itu berawal dari laporan masyarakat setempat. Pasalnya akses untuk masuk ke apartemen tersebut sangat ketat.

Namun, karena berkat bantuan security tim akhirnya bisa masuk ke tempat tersebut.

Dari penggerebekan itu, 56 peserta gay terjaring dalam pesta gay tersebut. Namun hanya Sembilan orang yang ditahan.

Atas perbuatannya, sembilan tersangka berinisial TRF, DA, MA, KG, SP, NM, RP, A, dan HW dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan/atau pasal 33 junto Pasal 7 UU Nomor 44 tahun 2008 Tentang Pronografi.

Sementara, ancaman hukuman pun beragam didasarkan pada pasal yang dikenakan. Pasal 36 ancaman 10 tahun penjara, kemudian 296 KUHP ancamannya satu tahun penjara.

Terberat yakni Pasal 33 junto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pornografi.

(fir/pojoksatu)