Pengakuan 9 Tersangka: Bikin Pesta Seks Gay Terinspirasi dari Kegiatan di Thailand

9 orang ditetapkan sebagai tersangka sebagai penyelenggara pesta gay di Apartemen Kuningan Suite, Jakarta Selatan. Foto: Firdausi/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, 9 tersangka menggelar pesta seks gay itu sabagai ajang semacam permainan games.


Pasalnya, salah satu penyelenggara dari 9 pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka terinspirasi dari acara pesta sex khusus homo di Thailand.

“Jadi salah satu penyelenggara terinspirasi saat berkunjung ke
Thailand,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2020).

Yusri menuturkan, sebelum para peserta melakukan pesta seks di apartemen tersebut ada beberapa aturan yang harus ditaati para peserta. Aturan tersebut terbilang ketat yakni para peserta dilarang membawa obat-obatan terlarang termasuk narkoba.


“Peserta juga wajib membawa handuk pribadi dan pembersihan diri (mandi) etelah tiba di lokasi acara. Di dalam ruangan acara para peserta harus membuka pakaian mereka, telanjang boleh memakai celana dalam,” ungkapnya.

Selain itu, kata Yusri, para gay melakukan pesta seks itu bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Akan tetapi mereka menggelar pesta seks tersebut hanya untuk mencari kesenangan semata.

“Jadi mereka tidak mencari keuntungan tapi untuk mencari kesenangan semata,” ujar Yusri.

Tarif pria penyuka sesama jenis itu, lanjut Yusri, tidak terlalu mahal. Di mana para peserta hanya merogoh kocek kisaran 150 sampai 300 ribu.

“Tarifnya 150 perorang atau 350 itu diskon untuk yang datang bertiga,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, sembilan tersangka berinisial TRF, DA, MA, KG, SP, NM, RP, A, dan HW dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan/atau pasal 33 junto Pasal 7 UU Nomor 44 tahun 2008 Tentang Pronografi.

Sementara, ancaman hukuman pun beragam didasarkan pada pasal yang dikenakan. Pasal 36 ancaman 10 tahun penjara, kemudian 296 KUHP ancamannya satu tahun penjara.

Terberat yakni Pasal 33 junto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pornografi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek sebuah apartemen di bilangan Jakarta Selatan. Apartemen tersebut diduga dijadikan sebagai tempat pesta penyuka sesama jenis alias gay.

Penggerebakan itu berawal dari laporan masyarakat setempat. Pasalnya akses untuk masuk ke apartemen tersebut sangat ketat.

Namun, karena berkat bantuan security tim akhirnya bisa masuk ke tempat tersebut.

Dari penggerebekan itu, puluhan orang yang terjaring dalam pesta gay tersebut. Namun hanya Sembilan orang yang ditahan.

“Kalau yang diamankan banyak. Tapi sementara yang dilakukan penahanan hanya ada sembilan orang ya,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan.

(fir/pojoksatu)