Jawa Timur Disurvei, Ternyata Nama Khofifah Ungguli Prabowo dan Anies Jadi Capres 2024

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wacana calon presiden untuk Pemilu 2024 kembali dimunculkan lembaga survei Indopol Survey and Consulting.

Namun, kali ini Indopol melalukan survey regional yang dilakukan disejumlah wilayah di Jawa Timur, dengan cara mengambil responden secara acak sejak 23 Juli sampai 28 Juli 2020.

Secara umum, hasil survei Indopol menggambarkan keinginan masyarakat terhadap figur-figur pemimpinan yang layak menjadi capres di 2024.

Di mana, terdapat lima nama teratas yang diinginkan oleh masyarakat Jawa Timur untuk mereka maju menjadi presiden 2024.


Menariknya, selain nama beken yang sudah sering diperbincangkan banyak lembaga survei, nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapat persentase terbanyak kedua setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Sementara, diurutan ketiga ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemudian disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diurutan keempat, dan terkahir urutan kelima ada nama Menko Polhukam Mahfud MD.

Nama-nama yang berhasil masuk lima besar tersebut, dirincikan oleh Direktur Eksekutif Indopol Survey and Consulting Ratno Sulistiyanto.

Dia jelaskan, Prabowo Subianto tercatat mendapat elektabilitas sebesar 20,70 persen, Khofifah Indar Parawansa 13,60 persen, Anies Baswedan 7,00 persen, Ganjar Pranowo 6,60 persen dan Mahfud MD 6,40 persen.

“Untuk figur kepemimpinan nasional dalam pertanyaan terbuka ada nama-nama teratas yang diinginkan oleh publik untuk menjadi presiden 2024 yakni Prabowo Subianto, Khofifah, Sandiaga S. Uno, Anis Baswedan dan Ganjar Pranowo,” ujar Ratno dalam jumpa pers virtual yang disiarkan dalam akun Youtube JUMPA IDE, Senin (31/8).

Lebih lanjut, Ratno mengatakan bahwa nama yang berhasil mendapat persentase terbanyak tersebut merupakan hasil pertanyaan tertutup yang diajukan kepada responden sebanyak 15 nama.

Adapun, dalam survei tersebut Indopol juga mendapatkan alasan dari para responden mengapa memilih figur-figur yang ada tersebut.

“Alasan utama publik dalam memilih Presiden 2024 nanti adalah jujur, bersih dari korupsi, tegas, dekat dengan rakyat dan memiliki visi dan misi yang jelas,” ujar Ratno Sulistiyanto menambahkan.

(sta/rmol/pojoksatu)