HUT MPR RI Ke-75, Bamsoet Minta Ini Harus Jadi Momentum Refleksi Bagi Pimpinan Negara

POJOKSATU.id, JAKARTA- Setiap tahun, atau tepatnya 29 Agustus, menjadi momen spesial bagi keluarga besar MPR RI. Pasalnya, di tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.


Pada tahun ini, MPR menggelar peringatan HUT MPR yang ke-75, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (29/8/2020), dengan tema ’75 Tahun MPR Mewujudkan Indonesia Maju’.

Acara syukuran yang berlangsung khidmat itu dihadiri Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dan Wakil Ketua MPR RI di antaranya, Ahmad Basarah (PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (Gerindra), Lestari Moerdijat (NasDem), Jazilul Fawaid (PKB), Syarief Hasan (Demokrat), dan Sekertaris Jenderal (Sekjen) MPR RI Ma’ruf Cahyono.


Sedangkan Hidayat Nur Wahid (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Arsul Sani (PPP), Fadel Muhammad (DPD), dan Ketua DPR RI Puan Maharani hadir secara virtual.

Dalam kesempatan itu, pria akrab dipanggil Bamsoet itu mengungkapkan alasannya memilih tema peringatan ulang tahun MPR, yakni ’75 Tahun MPR Mewujudkan Indonesia Maju’.

“Tema ini sengaja dipilih agar kiprah MPR senantiasa sejalan dengan 1 tema besar bangsa Indonesia seiring dengan peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

Menurutnya, Indonesia Maju bukanlah sesuatu hal yang mustahil diraih mengingat Indonesia sudah memiliki modal yang cukup sebagai negara besar yang memiliki wilayah yang luas, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kekuatan demografis yang handal dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

“Indonesia juga memiliki letak geografis strategis bagi lalu lintas ekonomi dan perdagangan dunia. Itu semua yang membawa kita kepada sebuah harapan dan optimisme suatu saat nanti Indonesia akan mengalami kejayaan dan kemakmuran kerena telah memiliki prasyarat lengkap sebagai negara maju. Indonesia Maju,” lanjutnya.

Mantan anggota DPR itu menambahkan, peringatan hari ulang tahun MPR ini adalah wujud rasa syukur, atas kelancaran dan capaian kinerja pelaksanaan wewenang dan tugas tugas MPR selama ini, sekaligus juga sebagai momentun untuk melakukan refleksi dan proyeksi terhadap peran MPR ke depan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Wakil ketua umum partai Golkar ini mengatakan, konstitusi dan MPR, seperti dua sisi mata uang, satu dan lainnya tidak dapat dipisahkan.

“Visi MPR adalah sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Ideologi Pancasila, dan Kedaulatan Rakyat. Sebagai rumah kebangsaan, pengawal ideologi Pancasila, dan kedaulatan rakyat, MPR merupakan representasi dari daulat rakyat yang menjembatani berbagai aspirasi masyarakat dan daerah, yang mengedepankan etika politik kebangsaan, dengan selalu berusaha menciptakan suasana harmonis antar kekuatan sosial politik dan antar kelompok kepentingan untuk mencapai sebesar-besar kemajuan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Selaras dengan itu, ungkap Bamsoet, dalam setiap aktivitasnya, MPR selalu mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa dalam menegakan kedaulatan rakyat dan kehidupan berdemokrasi memerlukan sikap dan tindakan saling menghormati.

“Aktivitas kenegaraan harus selalu mengedepankan kejujuran, amanah, keteladanan, sikap toleransi, rasa malu, tanggung jawab, menjaga kehormatan, serta martabat diri sebagai warga bangsa,” terangnya.

Politisi Partai Golkar itu berharap peringatan ulang tahun MPR yang ke-75 ini dapat menjadi momentum untuk melakukan refleksi.

“Ini sekaligus proyeksi perjalan MPR ke depan agar lebih berperan dalam mewujudkan Indonesia Maju, Indonesia Masa Depan,” tutup Bamsoet.

(Muf/Pojoksatu)