Cueki Petani Simalingkar dan Sei Mencirim, Berarti Sofyan Djalil Membangkang Presiden

Ratusan petani dari Desa Simalingkar dan Sei Mencirim, Sumatera Utara kembali kepung Istana. Foto: Mufit/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil bisa jadi membangkang dari perintah Presiden Joko Widodo jika tidak penuhi tuntutan petani Desa Simalingkar dan Sei Mencirim, Sumatera Utara.

Terlebih, pada 31 Mei 2019 dalam rapat terbatas (Ratas) presiden dan kementerian terkait telah memerintahkan percepatan penuntasan konflik agraria diseluruh daerah.

Demikian disampaikan Ketua Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) Budiardjo dalam diskusi “Tanya Jawab Cak Ulung: Dari Simalingkar ke Gerbang Istana” yang digelar RMOL, Jumat (28/8/2020).

“Kalau menteri ini karena sudah ada dasar perintah presiden pada ratas, kita tinggal katakan ke presiden, dasar sudah ada, kami minta Sofyan Djalil diganti karena dia membangkang (perintah) ratas,” kata Budiardjo.


Ia menguraikan, apabila Sofyan Djalil selaku Menteri ATR/BPN masih berbelit-belit dalam memenuhi tuntutan petani Simalingkar dan Sei Mencirim tersebut, patut diduga ada upaya mempersulit hak atas tanah dan lahan masyarakat dua desa tersebut.

Menurut dia, dasar hukum para petani Simalingkar dan Sei Mencirim sudah kuat tinggal mendesak presiden untuk mengeluarkan perpres agar hak atas tanah dan lahan petani kembali lagi.

“Dasar hukumnya adalah PP 10/1961 tentang pendaftaran tanah. Isinya adalah bukti kepemilikan lama; girik, dll termasuk surat yang mereka (petani) miliki tahun 1951. Dengan dokumen yang lengkap itu kita mengajukan ke presiden untuk membuat Keppres,” katanya.