Rekontruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Baki, Sadisnya Pelaku Tusuk Korban Hingga ke Ulu Hati Berkali-kali

POJOKSATU.id, JATENG- Reka ulang kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di dukuh Duwet Baki Sukoharjo, digelar di halaman Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8/2020).


“Kami gelar reka ulang di Mapolres Sukoharjo demi keamanan dan kelancaran,” kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Ada 50 adegan yang diperankan oleh tersangka HT, bersama dengan keempat korban Sur, SH, Raf dan Din yang diperankan oleh anggota Polres Sukoharjo. Juga ada peran sejumlah saksi yang juga digantikan oleh anggota Polres Sukoharjo

Adegan diawali saat HT datang ke rumah korban pada Rabu (19/8/2020) pukul 02.00 wib, untuk mengembalikan mobil yang di sewanya.


Ia ditemui istri atau korban SH, karena korban Sur sudah tidur. HT sempat menunggu ojek online di ruang tamu.

Saat menunggu tersebut HT mengaku ia memutar otak mencari uang karena pinjamannya jatuh tempo pada Rabu siang nanti. Hingga ia berinisiatif mencuri uang atau menguasai harta korban.

HT mengambil pisau dari dapur rumah korban. Dan memanggil korban yang berada dalam kamar, dengan dalih menyerahkan uang sewa mobil.

Pada adegan ke 19 saat SH keluar kamar dan menerima uang, HT langsung menusuk korban SH dengan pisau di ulu hati. HT menusuk korban dua kali di ulu hati dan perut.

Setelah korban SH, HT membunuh korban Sur yang terbangun, dilanjutkan korban Raf dan Di.

Usai membunuh keempat korban, HT sempat mandi membersihkan tubuhnya dari darah di di kamar mandi. HT berganti baju milik korban.

Adegan ke 38 HT sempat minum air karena haus. Membungkus baju kotor lalu pergi membawa motor dan pulang ke rumahnya lanjut membuang pisau dan barang bukti lain di wilayah Boyolali.

Pukul 09.00 HT datang lagi untuk mengambil mobil milik korban. Lalu dijual di showroom di Kartasura seharga Rp 82 juta.

Adegan reka ulang berjalan lancar, dipertengahan adegan, keluarga korban sempat hadir dan menyaksikan. Nampak geram namun nampak galau.

“Kami minta masyarakat umum yang mengambil gambar video tidak di share di media sosial, kami akan gerakkan tim cyber crime untuk menindak bila ada yang mengunggah di media sosial,” tegas Kasat Reskrim AKP Nanung Nugroho.

(dhe/pojoksatu/rmol)