Polisi Ungkap Kelakuan Bejat Otak Penembakan Bos Pelayaran, Ternyata Penjahat Kelas Kakap

(NL) kiri otak penembakan kelapa gading

POJOKSATU.id, JAKARTA- Deretan kelakuan bejat NL, Pembunuhan Bos Pelayaran bernama Sugianto alias S satu persatu mulai terungkap.

Selain menggelapkan uang korban S, ternyata NL juga menggelapkan uang pembelian bahan bakar minyak untuk kapal laut milik perusahaan korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan ke Mapolres Metro Jakarta Utara pada Rabu (26/8/2020) kemarin.

“Pelapor selaku kuasa dari Pihak perusahan (koban) melaporkan dugaan Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan yang dilakukan oleh terlapor dengan modus menggelapkan uang perusahaan berupa uang pembelian bahan bakar minyak untuk kapal laut perusahaan,” kata Yusri dalam keteranganmya, Kamis (27/8/2020).


Menuru Yusri, awalnya pelaku membeli bahan bakar untuk kapal KM.FU FUJIN, untuk perjalanan pengangkutan barang berupa pupuk milik PT USDA SEOJA JAYA dari Gresik Jawa Timur ke Ketapang Kalimantan Barat.

“Barang sebanyak 24 ton dengan cara memesan bahan bakar kepada PT PETRO ANDALAN NUSANTARA dengan PO nomor 053/AP3A/VII/ 2020/ Tanggal 22 Juli 2020,” ungkap Yusri.

Selanjutnya PT PETRO melakukan penagihan kepada PT USDA SEROJA JAYA terkait pembayaran bahan bakar tersebut dan dari PT PETRO ANDALAN NUSANTARA mengirimkan bukti pembayaran yang menurut pelaku sudah dilakukan pembayaran.

Namun setelah dilakukan pengecekan ternyata pembayaran tersebut tidak ada.

“Uang tagihan yang digelap oleh NL ini sebesar Rp148 juta dengan adanya temuan tersebut pelapor menduga masih ada dugaan penggelapan uang perusahaan yang dilakukan oleh pelaku,” ungkapnya.

Diberitakan, warga kawasan Kelapa Gading digegerkan dengan penemuan mayat disekitar Ruko Royal Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2020).
Diduga penyebab kematian tersebut karena terkena senjata api.

Selain itu, penembakan diduga sebanyak empat kali. Hal itu berdasarkan jumlah selongsong yang ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi kemudian menangkap 12 pelaku penembak korban berinisial S (51) di sekitar Ruko Royal Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pelaku berjumlah 12 orang itu merupakan sindikat pembunuhan berencana.

Otak pelaku dari pembunuhan berencana itu seorang perempuan berinisia NL yang merupakan karyawan korban.

Tersangka NL ini lantas menyuruh 11 tersangka lainnya untuk mengeksekusi korban dengsn imbalan 200 juta jika berhasil membunuh pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, motif NL menyuruh para pelaku membunuh korban kerena pelaku merasa sakit hati atas sikap korban yang kerap mengajak NL untuk berhubungan badan.

(fir/pojoksatu)