GP Ansor Bangil Ungkap Kabar Terbaru Kasus HTI di Pasuruan

Banser geruduk madrasah di Rembang. Foto Iwan Andrik/Radar Bromo

POJOKSATU.id, PASURUAN – Kasus dugaan penyebaran ajaran Hizbut Tahrir (HTI) dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) serta ulama NU sudah naik ke proses penyidikan.

Hal itu disampaikan Ketua PC GP Ansor Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Saad Muafi, Senin (24/8/2020).

Muafi menuturkan, polisi sampai saat ini sudah memanggil tiga saksi dari pihaknya sebagai pelapor di Polres Pasuruan.

“Informasi terakhir yang kami dapat dari komunikasi dengan pihak Polres, sekarang sudah tahap penyidikan,” kata Muafi kepada jpnn.com.


Muafi pun meminta polisi bisa segera menetapkan tersangka atas dugaan penghinaan terhadap NU dan Habib Lutfi bin Yahya.

“Mudah-mudahan ini segera ada tersangka. Saya berharap Polres sesegera mungkin, karena ini menjadi isu nasional dan ngomongin ideologi bangsa,” jelas Muafi.

Muafi menjelaskan, laporan yang dilayangkan pihaknya itu bukan saja soal dugaan penghinaan NU secara organisasi dan Habib Lutfi.

“Poinnya dua itu. Tetapi juga ada yang kami laporkan terkait penghinaan kepada Presiden dan penyebaran khilafah,” lanjut anggota DPRD Pasuruan ini.