Prostitusi Berkedok Karaoke di Tangsel Digerebek, Puluhan Orang Diamankan, Begini Kronologisnya

Ilustrasi prostitusi.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, selain mengamankan 47 perempuan yang dipekerjakan Vanesia BSD Karaoke Executive itu.

Polisi juga menangkap 13 orang pelaku yang terdiri atas empat orang papi (mucikari), tiga orang mami (mucikari), tiga orang kasir, satu orang supervisor, satu orang manager operasioanal, dan satu orang general manager tempat karaoke.

“Ini TPPO bermoduskan eksploitasi seksual pada masa pandemi Covid-19,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8)2020).

Saat penggerebekan, kata mantan Kabid Humas Polda Metro itu, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti dugaan kasus eksploitasi seksual seperti 12 kotak alat kontrasepsi merk durex dan uang bookingan ledies Rp730.000 yang merupakan uang bokingan.


“Uang bokingan itu mulai dari 1 Agustus 2020,” ungkapnya.

Kemudian, barang bukti yang turut diamankan yakni kwitansi 2 bundel, voucher ladies 1 bundel tangfal 19 agustus 2020,3 unit mesin edc, 1 bundel form penerimaan ladies, 1 bundel absensi ladies, omputer 3 unit, mesin penghitung uang 1 unit, printer 3 unit, 14 baju kimono Jepang sebagai kostum pekerja, dan kwitansi Hotel 2 lembar tgl 19 Agustus 2020.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggerebek karaoke eksekutif Venesia BSD di Serpong Sub District, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (19/8/2020) malam.

Polisi menduga tempat ini melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermoduskan eksploitasi seksual.

Dari hasil pendalaman, karaoke tersebut menyediakan perempuan untuk dapat berhubungan badan dengan tarif Rp.1,1 juta sampai 1,3 juta.

Dari penggerebekan ini, 47 pemandu lagu yang diamankan berstatus korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). (fir/pojoksatu)