Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Syarief Demokrat: Jangan Pencitraan Berlebihan

Syarief Hasan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan menilai, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen itu tidak realistis.

Apalagi saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen.

Menurutnya, target itu terlalu muluk-muluk dan sangat tidak relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah dilanda pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Semestinya, pemerintah memiliki sejumlah pertimbangan dalam menentukan target pertumbuhan ekonomi.


Mulai dari anjlok dan minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan PHK yang terjadi di mana-mana.

“Serta daya beli masyarakat semakin rendah dan kemampuan Pemerintah harusnya menjadi pertimbangan dalam penentuan target,” ujar Syarief Hasan.

Semestinya, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, pemerintah lebih dulu membuat grand desain ekonomi Indonesia.

“Jangan hanya sekedar membuat target tinggi, lalu melakukan revisi target di tengah jalan seperti yang terjadi dalam kurun tahun 2020,” ujar Syarief.

Dalam kondisi normal sejak 2014 saja, sambungnya, pertumbuhan ekonomi saat itu sudah 4,9-5,0 persen.

Namun, Pemerintah juga tidak pernah berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih dari 5,2 persen.