PKS Tanggapi Penemuan Obat Covid-19 oleh UNAIR Pertama di Dunia, Begini Komentarnya

Sestama BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo menerima laporan hasil uji klinis tahap III atau tahap akhir kombinasi obat Covid-19 dari Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih di Mabes TNI AD, Jakarta, Sabtu (15/8/2020)

Seluruh pasien yang terlibat uji klinis tersebut adalah prajurit TNI-AD yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Calon Perwira (Secapa), Bandung, Jawa Barat.

Bulan lalu, lebih dari seribu siswa Secapa dinyatakan positif Covid-19.

Itu menjadikan Secapa sebagai klaster baru penularan Covid-19 di Kota Kembang. Totalnya mencapai 1.308 orang.

Nasih pun mengapresiasi TNI-AD dan BIN yang memberikan akses kepada Unair untuk melaksanakan uji klinis terhadap ratusan pasien di Secapa.


“Ini akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia,” kata guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu.

Tiga kombinasi obat yang diuji klinis Unair terdiri atas lopinavir/ritonavir dan azithromycin, lopinavir/ritonavir dan doxycycline, serta hydroxychloroquine dan azithromycin.

Menurut Nasih, obat-obat itu secara tunggal sudah dipakai peneliti di berbagai negara.

“Yang ternyata setelah kami kombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik,” bebernya.

Efektivitas obat Covid-19 yang ditemukan, kata dia, ada yang mencapai 98 persen.

Angka itu membuat pihaknya semakin yakin bahwa kerja sama Unair dengan TNI-AD dan BIN tidak percuma.

“Tidak ada celah yang kemudian bisa menghalangi (obat) ini untuk berlanjut pada proses berikutnya (produksi massal),” tegasnya.

Hasil uji klinis yang dilakukan menunjukkan bahwa obat Covid-19 itu siap dipakai kepada pasien yang tertular virus SARS-CoV-2.

Baik yang masuk kategori ringan, sedang, maupun berat.