Anak Buahnya Dibacok Geng Motor, Kapolres Cianjur Sinyalkan Tembak di Tempat

Suasana di Pos TMC Polres Cianjur. (Foto : Guruh/Pojoksatu)

POJOKSATU.id, CIANJUR – Kapolres Cianjur, AKBP Mochammad Rifai tak bisa menyembunyikan kemarahannya usai salah seorang anggota Satsabhara Polres Cianjur menjadi korban pembacokan oleh geng motor.

Apalagi, peristiwa yang dialami Briptu M Nouval Arief itu terjadi saat korban melaksanakan pengamanan malam HUT Kemerdekaan RI ke-75.

“Yang jelas, kami akan tindak tegas pelakunya. Apalagi ini kan kita ngomong anggota (polisi) yang jadi korbannya,” tegasnya di RSUD Cianjur, Minggu (16/8/2020) malam.

Sampai saat ini, polisi juga masih melakukan pengejaran kepada gerombolan geng motor lainnya.


“Kami kejar, kan bikin rusuh,” ujarnya.

Ditanya apakah akan ada tindakan tegas kepada geng motor yang meresahkan itu, Rifai tak memberikan jawaban pasti.

Hanya saja, jika memang sudah meresahkan masyarakat dan membahayakan anggota, pihaknya tidak akan segan-segan bertindak tegas.

“Kalau sudah meresahkan masyarakat, membahayakan anggota, ya ditindak tegas (tembak di tempat),” tegasnya.

“Kita gak akan ragu kalau memang sudah meresahkan gitu,” sambungnya.

Mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Barat ini menyatakan, siapapun yang melakukan tindak pidana, akan ditindak tegas.

“Apalagi ini kan anggota yang tengah bertugas pengamanan, jadi ya harus ditegaskan,” ucap dia.

“Siapapun yang melakukan tindakan pidana, pasti ada tindakan tegasnya,” lanjut Rifai.

Diberitakan sebelumnya, pembacokan ini terjadi saat korban bersama anggota polisi lainnya tengah melaksanakan pengamanan malam peringatan HUT RI ke-75 di sekitar pos polisi Bundaran Tugu Lampu Gentur, Cianjur Kota.

“Kemudian datang gerombolan motor dari arah Jalan Dr Muwardi (Bypass) mendekati pos TMC,” ujar Rifai kepada PojokSatu.id, di RSUD Cianjur.

Gerombolan geng motor yang berjumlah ratusan itu membuat keonaran dengan berteriak-teriak dan menakut-nakuti pengendara serta mobil yang lain. Sementara, kondisi lalu lintas tengah macet.

“Anggota akhirnya menghampiri, mendatangi. Gerombolan ini pada lari. Lalu dikejar sama anggota di lokasi,” ungkapnya.

Korban, lanjut Rifai, mengejar gerombolan melarikan diri yang membalik arah. Saat itulah, korban mendapatkan perlawanan.

“Dibacok, TKP-nya dekat pos TMC. Kena kepala bagian belakang,” tutur dia.

Saat ini, korban sendiri tengah mendapatkan perawatan medis di RSUD Cianjur dan dalam kondisi cukup stabil.

“Ada kena jahitan sekitar 10 sentimeter yah. Ini lagi dirawat dulu untuk penanganan medis,” terangnya.

Sementara, pihaknya sudah mengamankan sembilan terduga pelaku. Diduga, salah satu di antaranya adalah pelaku pembacokan.

“Tapi kami masih penyelidikan dulu. Belum lah, nanti kalau sudah pasti kami kabari lagi,” ungkapnya.

(ruh/pojoksatu)