Penyerangan Laskar di Solo, Petrus: Jelas Intoleran dan Radikal

Petrus Selestinus

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi penyerangan berujung penganiayaan yang dilakukan kelompok Laskar di Solo mendapat kecaman dari banyak pihak.

Aksi penyerangan berujung penganiayaan itu dilakukan di kediaman almarhum Habib Segaf Al-Jufri pada Sabtu (8/8) malam kemarin.

Itu setelah tuan rumah menggelar acara midodareni (doa malam sebelum akad nikah) keluarga almarhum Habib Segaf Al-Jufri.

Salah satu kecaman datang dari Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) sekaligus Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus.


Menurutnya, penyerangan itu jelas-jelas melanggar hukum dan merupakan bentuk persekusi.

“Aksi tersebut merupakan perbuatan yang sangat tercela dalam pandangan moralitas bangsa Indonesia, terlepas dari latar belakang etnis, agama dan kebangsaan pelakunya,” kata Petrus kepawa wartawan, Minggu (9/8/2020).

Selain memaksa pembubaran acara midodareni, kelompok laskar juga melakukan pengerusakan.

Tak hanya itu, kelompok itu juga melakukan penganiayaan dan kekerasan kepada sejumlah anggota keluarga tuan rumah.

Dalam video yang beredar, massa beralasan bahwa hal itu dilakukan karena menilai acara itu adalah Syiah, bukan Islam.