Kebakaran Hebat di Pasar Ciranjang karena akan Direlokasi?

POJOKSATU.id, CIANJUR – Ratusan kios di Pasar Ciranjang, Kabupaten Cianjur, ludes terbakar, Senin (9/8/2020) siang. Kebakaran itu sendiri terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.


Salah seorang pemilik kios yang tak mau disebutkan namanya, menduga kebakaran itu terjadi lantaran disengaja. Pasalnya, para pedagang rencananya akan direkokasi ke Pasar Induk Cianjur, di Jebrod.

“Bisa aja gitu. Soalnya pedagang enggak mau direlokasi. Pasar Induk kan jauh dari sini. Itu sudah lama rencana relokasinya,” ungkapnya saat berbincang dengan PojokSatu.id di lokasi.

Sejak beberapa waktu terakhir, kata pedagang pakaian itu, wacana relokasi pedagang pasar itu makin menguat. Hanya saja, para pedagang bersikukuh tak mau direlokasi.


“Intinya pedagang mintanya tetap di sini. Enggak mau dipindah. Apalagi Pasar Induk juga sepi, kok. Banyak yang tutup kiosnya,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman langsung datang ke lokasi. Ia mengaku prihatin dengan kebakaran Pasar Ciranjang.

Herman berharap para pedagang agar bisa bersabar dengan musibah ini.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian kebakaran di Pasar Ciranjang, saya meminta untuk bersabar kepada para korban,” kata dia.

Saat disinggung adanya keterkaitan kebakaran pasar dengan rencana relokasi para pedagang, Herman tegas menampiknya.

Ia menyatakan, bahwa kebakaran Pasar Ciranjang murni musibah.

“Enggak ada sangkut pautnya ke situ (relokasi), ini murni musibah,” tegasnya.

Sementara, hingga berita ini ditulis, sejumlah mobil kebakaran masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan.

Sedangkan api baru bisa dipadamkan setelah belasan mobil damkar dan dua unit mobil water canon dikerahkan.

Akibat kebakaran Pasar Ciranjang ini, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

(ruh/pojoksatu)