Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Nadiem Makarim: Anak Boleh Tak Masuk Sekolah

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperbolehkan wilayah zona kuning dan hijau untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.


Meski begitu, pembelajaran tatap muka tak boleh dipaksakan. Sekolah harus mendapat persetujuan dari orang tua melalui Komite Sekolah.

“Sekolah tidak bisa mulai pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan orang tua, melalui Komite Sekolah, yaitu perwakilan orang tua di masing-masing sekolah,” ucap Nadiem Makarim melalui channel YouTube Kemendikbud RI, Sabtu (8/8/2020).


Menurut Nadiem, walaupun pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan, orang tua siswa tetap boleh tidak masuk sekolah.

“Kalau sekolah itu mau melakukan tatap muka dan sudah akan membuka, masing-masing orang tua anak boleh tidak memperkenankan anaknya masuk ke dalam sekolah kalau mereka belum nyaman. Dan mereka diperbolehkan melanjutkan PJJ (pembelajaran jarak jauh),” katanya.

Mendikbud Nadiem mengingatkan kepada setiap sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka untuk menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Menurut Nadiem, masing-masing rombongan belajar (rombel) hanya diperbolehkan terisi 50 persen dari kapasitas.

Nadiem juga meminta sekolah untuk melakukan rotasi atau shifting dan melarang kegiatan lain selain pembelajaran tatap muka.

“Tidak ada lagi aktivitas kantin, berkumpul, ekstrakulikuler yang akan ada resiko interaksi antar masing-masing rombel,” tegas Nadiem.

“Hanya boleh sekolah, langsung itu pulang dan tentunya wajib memakai masker dan berbagai macam checklist yang sangat ketat,” tambahnya.

Lebih jauh Mendikbud Nadiem mengatakan, sebanyak 88 persen dari daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) sangat sulit untuk melakukan PPJ. Daerah itu ada di zona kuning dan hijau.

Nadiem kembali menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tergantung pada keputusan orang tua.

“Relaksasi zona kuning dan hijau itu semua kuncinya keputusan ada di orang tua,” tandas Mendikbud Nadiem Makarim.

(one/pojoksatu)