Bela Ibas, Jansen Demokrat: Kalau Gagal, Gak Usah Sibuk Kumpulin 1.000 Alasan

Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon

Meskipun, terkait kondisi ekonomi nasional jauh sebelum pagebluk Covid-19 faktanya terus melemah.


Jansen mengungkap, faktanya, turunnya tren ekonomi Indonesia juga sudah terjadi sejak sebelum Indonesia diterpa pandemi Covid-19.

“Mau dituduh macem-macem pun, faktanya di masa SBY rata-rata pertumbuhan ekonomi kita 6 persen,” ujar dia.

“Dan semua ikut menikmati termasuk yang ikut mencibir saat ini,” katanya.


Sementara, selama pemerintahan Jokowi, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mentok di angka 5 persen.

Tak seperti era SBY yang kala itu berada di angka rata-rata 6 persen.

“Kalau gagal tak usahlah kita sibuk ngumpulin seribu alasan. Lebih baik instropeksi diri,” cetusnya lagi.

Selain itu, Jansen juga mengingatkan saat awal pemerintahan Presiden Joko Widodo bahwa era SBY meninggalkan ‘warisan’ anggaran negara yang cukup besar.

“Perlu diingat, Pak Jokowi bisa membangun seperti sekarang ini ya karena diwarisi anggaran yang tinggi dari pemerintahan SBY,” ucapnya.

Ia lantas menyinggung masa di saat SBY memulai kepemimpiannya pasca Megawati Soekarnoputri.

“Coba kalau anggarannya sebesar yang ditinggalkan Ibu Mega, bisa bangun apa?” kata Jansen.

Terkait infrastruktur di era SBY, lanjut Jansen, tidak hanya berorientasi pembangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kehidupan lain.