DPR Heran Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,32 Persen: Ini Pertama Kali Pasca Krismon 98

Anggota Komisi XI DPR RI Amir Uskara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Amir Uskara turut menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II yang terkontraksi sebesar 5,32 persen.

“Artinya pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II ini tercatat minus,” demikian dikatakan oleh Amir saat dihubungi Pojoksatu, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, jika flashback ke sejarah, pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan pertama kalinya pasca Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun 1998.

Amir pun meminta pemerintah, pertumbuhan ekonomi di kuartal II ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk segera ambil langkah taktis dan strategis.


“Bagaimana di kuartal III tidak sampai mengalami kontraksi lagi, karena jika sampai terjadi kontraksi di kuartal III, Indonesia akan mengalami resesi ekonomi,” tegasnya.

Ia minilai, untuk mengantisipasi resesi ekonomi, pemerintah harus bisa menumbuhkan daya beli masyarakat dengan cara menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Politisi PPP ini juga menyebutkan, pemerintah perlu melokalisasi sektor-sektor bisnis paling elastis dan tidak banyak terintegrasi dengan sistem global

“Sehingga bisa menjadi bantalan penangkal krisis. Sektor tersebut adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor ini dinilai sangat tepat karena banyak mengandalkan pasar domestik,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga harus dipercepat, sehingga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak.

“Termasuk juga mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pembelanjaan utamanya kegiatan padat karya,” ungkapnya

“Dan terakhir memberikan Bantuan Sosial (Bansos) tepat dan benar kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah,” pungkasnya.

(muf/pojoksatu)