Tidak Semua Bisa Gabung KAMI Din Syamsuddin Dkk, Padahal Banyak yang Mau Ikut

Refly Harun hadiri Predeklarasi KAMI
Refly Harun hadiri Predeklarasi KAMI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diikuti oleh sejumlah tokoh bangsa dari berbagai elemen masyarakat terus mendapatkan dukungan dan menguat.

Pada Minggu (2/8) lalu, sejumlah tokoh bangsa turut hadir dalam pengenalan koalisi. Mereka di antaranya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, akademisi Rocky Gerung, dan pakar hukum tata negara Refly Harun, mantan Sekretaris Kementarian BUMN Said Didu, dan ekonom senior Ichsanuddin Noorsy dan mantan Jurubicara Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur, Adhie M. Massardi.

Kemudian, Abdullah Hehamahua, M.S. Ka’ban, Syahganda Nainggolan, Prof. Anthony Kurniawan, Prof. Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Moh. Jumhur Hidayat, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Prof. Chusnul Mariyah, hingga Sri Bintang Pamungkas.

Mengenai tindak lanjut pergerakan KAMI ke depan, Din Syamsuddin mengatakan bahwa masih ada sejumlah tokoh bangsa yang ingin bergabung dengan KAMI.

“Masih banyak,” kata Din Syamsuddin saat berbincang, Selasa (4/8).

Din menambahkan, banyaknya tokoh bangsa yang akan bergabung dengan KAMI nantinya akan dibatasi jika sudah mencapai ratusan orang.

Namun, tetap bisa mendukung gerakan moral tersebut.

“Insya Allah nanti akan dibatasi 100 orang,” demikian Din Syamsuddin.

Saat mengenalkan KAMI, Din Syamsuddin menjelaskan bahwa koalisi ini merupakan gerakan moral untuk menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia.

KAMI ini terdiri dari berbagai tokoh bangsa dari berbagai elemen dan latar belakang profesi ahli.

“KAMI, pada pemahaman saya adalah sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik kita bersatu, kita bersama-sama sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia,” ujar Din Syamsuddin saat pengenalan KAMI di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8) lalu.

(sta/rmol/pojoksatu)