Kemenag Bandung: Shalat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Kurban Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Ilustrasi Shalat Idul Adha
Ilustrasi Shalat Idul Adha

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kemenag Kota Bandung mengimbau kepada ulama dan ustaz di Kota Bandung turut serta mensosialisasikan kepada masyarakat soal Surat Edaran Menag Nomor 18 Tahun 2020.

SE tersebut mengatur protokol salat dan penyembelihan hewan kurban pada gelaran Idul Adha pada tanggal 31 Juli besok.

Humas Kemenag Kota Bandung, Agus Saparudin mengatakan, pihaknya sudah menyebarkan SE Menag ke seluruh masjid di wilayah kota Bandung.

“Kami mengimbau kepada yang bukan ASN atau bukan stakeholder kami, yaitu para ulama dan ustaz yang memang ada di daerah masing-masing mohon juga untuk bantu mensosialisasikan,” kata Agus, Kamis (30/7/2020).

Sejauh ini, sosialisasi protokol salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban baru dilakukan penyuluh di Kemenag Bandung yang ada di tiap kecamatan dengan jumlah bervariasi.

Selain itu, MUI juga turut dilibatkan mensosialisasikan mengenai protokol itu.

“Jadi ada yang empat atau tiga orang petugas kami di kecamatan-kecamatan,” ucap dia.

Saat ini, lanjutnya, jumlah penyuluh yang berstatus sebagai PNS di Kemenag Bandung sebanyak 110 orang.

Sedangkan yang berstatus sebagai honorer berjumlah 242 orang.

Angka tersebut dirasa masih kurang untuk memberi sosialisasi ke masyarakat sehingga dibutuhkan peran ulama atau ustaz.